Faktor yang Mempengaruhi Proses Pembelajaran di Kelas

Pengertian Proses Pembelajaran di Kelas
Proses menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai runtutan perubahan dalam
perkembangan sesuatu hal. Sedangkan, definisi belajar adalah sebagai suatu
proses yang terjadi karena adanya usaha untuk mengadakan perubahan terhadap
diri manusia dengan maksud memperoleh perubahan dalam dirinya, baik berupa
pengetahuan, keterampilan, ataupun sikap[1]. (Gagne,
1977:4) menjelaskan bahwa belajar merupakan sebuah sistem yang di dalamnya
terdapat pelbagai unsur yang saling kait-mengait sehingga menghasilkan
perubahan perilaku [2].
Sedangkan menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, pembelajaran
didefinisikan sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar. 
Maka dapat
disimpulkan, proses pembelajaran di kelas sebagai suatu runtutan perubahan
dalam perkembangan kegiatan pembelajaran di mana di dalamnya terjadi keinginan untuk
memperoleh perubahan dalam diri peserta didik baik berupa pengetahuan,
keterampilan, ataupun sikap dan perilaku yang dilakukan dengan interaksi antara
peserta didik dengan pendidik/guru pada suatu lingkungan belajar. Atau secara
lebih sederhana dapat disimpulkan bahwap proses pembelajaran di kelas merupakan
tingkatan atau suatu fase bagi peserta didik dalam mempelajari sesuatu yang
dilaksanakan di dalam kelas.
Faktor yang Mempengaruhi Proses
Pembelajaran di Kelas
Terdapat 3
(tiga) faktor utama yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran di kelas,
antara lain adalah faktor yang datang dari guru, peserta didik, dan lingkungan.
1. Guru
Dalam sebuah
proses pendidikan/pembelajaran, guru merupakan salah satu komponen terpenting
karena dianggap mampu memahami, mendalami, melaksanakan, dan akhirnya mencapai
tujuan pendidikan[3].
Berdasarkan hal tersebut, maka guru menjadi pihak yang sangat mempengaruhi
proses pembelajaran di dalam kelas. Pengaruh guru dalam proses pembelajaran di
kelas berkaitan erat dengan keprofesionalitasan guru itu sendiri. Guru yang
profesional didukung oleh tiga hal, yakni: keahlian, komitmen, dan keterampilan[4].
Selain tiga hal keprofesionalan guru, hal-hal yang akan berpengaruh terhadap
proses pembalajaran di antaranya:
a.      
Kondisi
dalam diri guru
Kondisi psikis dan emosional akan sangat
mempengaruhi proses pembelajaran di dalam kelas. Apa saja yang menjadi metode
pembelajaran dan materi yang akan diajarkan akan menjadi tak maksimal ketika
dilakukan dalam proses pembelajaran apabila kondisi kejiwaan guru mengalami
masalah. Guru yang terlalu galak, sedang mengalami masalah pribadi, atau pun
tidak bisa mengontrol diri, akan menjadi faktor penyebab buruknya pelaksanaan
proses pembelajaran. Oleh karena itu, seorang guru haruslah mampu secara
profesional mengendalikan dirinya ketika berada pada kondisi psikis dan emosi
tertentu yang dapat mengganggu proses pembelajaran di kelas.
b.     
Kemampuan
mengajar
Kemampuan mengajar bagi seorang guru sangatlah
penting. Sebagai pengajar, seorang guru harus dapat merangsang terjadinya
proses berpikir dan dapat membantu tumbuhnya sikap kritis serta mampu mengubah
pandangan para muridnya. Kemampuan mengajar menjadi sangat penting untuk
dikuasai mengingat proses transfer pengetahuan, sikap, dan keterampilan
berlangsung di dalamnya. Tanpa kemampuan mengajar yang baik, proses
pembelajaran di kelas tidak akan berlangsung secara maksimal.
Guru setidaknya harus menguasai bahan bidang studi
dalam kurikulum sekolah termasuk bahan pendalamannya serta kemampuan mengelola
program belajar mengajar seperti merumuskan tujuan instruksional, mengenal dan
dapat menggunakan metode mengajar serta mampu memilih dan menyusun prosedur
instruksional yang tepat. Guru juga dituntut melaksanakan program belajar
mengajar, mengenal kemampuan peserta peserta didik dan merencanakan serta
melaksanakan pengajaran remedial.
Kemampuan mengajar guru juga erat kaitannya dengan
media yang digunakan. Sebelum era globalisasi dan pesatnya perkembangan
teknologi, pengajaran konvensional menggunakan metode ceramah satu arah dengan
papan tulis dan kapur lazim digunakan. Namun, di era globalisasi yang
menghadirkan banyak media dan sumber belajar, kemampuan mengajar guru juga
harus disesuaikan dengan kondisi zaman. Penggunaan media yang disukai dan menarik
perhatian peserta didik, juga turut meningkatkan kualitas dalam proses
pembelajaran. Namun, dalam menggunakan media pendidikan sebagai alat
komunikasi, hendaknya harus didasarkan pada pemilihan yang objektif. Sebab,
penggunaan media pendidikan tidak sekadar menampilkan program pengajaran ke
dalam kelas, karena harus dikaitkan dengan tujuan pengajaran yang akan dicapai,
strategi kegiatan belajar mengajar, dan bahan[5].
c.      
 Kemampuan mengatur kondisi kelas
Kondisi kelas
yang kondusif berkaitan dengan kondisi peserta didik saat proses pembelajaraan
sedang dilakukan. Kondisi kelas yang baik menuntut terjadinya interaksi antara
guru dan peserta didik dengan baik dan saling menghargai, sehingga penyerapan
materi yang disampaikan guru kepada peserta didik dapat berjalan maksimal, yang
akan menghasilkan hasil belajar seperti apa yang diharapkan. Kondisi kelas yang
kondusif akan mengakomodir pencapaian eksplorasi bakat dan minat peserta didik
dengan maksimal pula. Dalam praktiknya, kondisi kelas yang kondusif merupakan
salah satu faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran di kelas yang harus
diusahakan oleh guru.
Guru menjadi
pihak yang akan sangat menentukan kondisi kelas berkaitan dengan aktivitas
peserta didik dan berbagai perangkat pembelajaran lainnya. Guru dituntut untuk
tidak hanya menggunakan hubungan instruksional kepada peserta didiknya, namun
juga hubungan spiritual dan emosional agar tercipta proses pembelajaran yang
kondusif sehingga mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas
berkaitan dengan pengaturan terhadap kondisi kelas.
Di dalam kelas,
guru melakukan aktivitas mengajar, yang artinya guru mentransfer pengetahuan
atau keterampilan dari satu pihak ke pihak lain[6].
Untuk menjaga kekondusifan atau proses pembelajaran di dalam kelas berlangsung
secara maksimal dalam hal transfer pengetahuan dan keterampilan, maka kondisi
kelas perlu diatur dengan baik oleh guru. Misalnya, mengatur agar peserta didik
tidak berbuat hal-hal yang dapat mengganggu aktivitas pembelajaran di dalam kelas
seperti berbuat onar dan menimbulkan suara gaduh, mengganggu peserta didik yang
lain, dan sebagainya.
Hal lain yang
juga harus diperhatikan adalah kondisi peserta didik yang lelah atau pun tidak
sepenuhnya berkonsentrasi terhadap apa yang guru ajarkan, maka guru harus mampu
mengatasinya. Dalam hal ini, guru harus benar-benar mengetahui kondisi psikis
dan emosional masing-masing peserta didik secara mendalam dan mengatasi masalah
tersebut dengan kreatif. Dengan hal tersebut, guru akan mudah menyelesaikan
masalah peserta didiknya yang kemudian akan berpengaruh bagi terciptanya proses
pembelajaran yang maksimal.
2. Peserta didik
Peserta didik
sebagai penerima berbagai transfer pengetahuan, sikap, dan keterampilan guna
perubahan dalam dirinya sebagai proses pembelajaran juga menjadi penentu dan hal
yang mempengaruhi proses pembelajaran itu sendiri. Di antara pengaruh peserta didik
dalam proses pembelajaran adalah kondisi peserta didik itu sendiri yang
dipengaruhi beragam aspek dari dalam dirinya dan lingkungan sekitarnya yang
nantinya akan berdampak pada kesiapannya dalam menerima pelajaran.
Sebagai contoh,
peserta didik dari latar belakang ekonomi yang lemah, akan mengalami kesulitan
dalam hal pemenuhan kebutuhan sekolah seperti buku tulis dan alat tulis
sehingga proses pembelajaran yang dilakukannya di dalam kelas menjadi
terganggu. Contoh lain, peserta didik yang tidak menerima kasih sayang yang
cukup dari keluarganya, maka akan mencari kegiatan lain yang belum tentu baik
sehingga akan mempengaruhi sikap dan wataknya ketika proses pembelajaran di
dalam kelas. Misalnya ia akan mengganggu teman sekelasnya, melakukan tindak
kekerasan, atau hal-hal yang melanggar norma yang berlaku.
Hal-hal yang
berkaitan dengan kondisi siswa tersebut, akan berdampak luas bagi proses
pembelajaran, seperti mempengaruhi peserta didik yang lain dan kondisi kelas.
Peserta didik yang ingin mengikuti proses pembelajaran dengan baik, akan
terganggu jika ada salah satu peserta didik yang mengganggu jalannya proses
pembelajaran.
3. Lingkungan
Lingkungan yang
mempengaruhi proses pembelajaran di dalam kelas mencakup lingkungan kelas dan
lingkungan sekitar sekolah.
a. Lingkungan
Kelas
Lingkungan kelas
merupakan suatu tempat tertentu yang secara spasial menjadi lokasi proses
pembelajaran. Kelas tidak hanya memiliki batasan ruang dalam sebuah gedung
sekolah, tapi dapat dilakukan di mana saja asalkan terjadi interaksi
pembelajaran antara guru dan peserta didik serta merupakan bagian dari proses
pembelajaran yang sistematis. Lingkungan kelas akan sangat mempengaruhi proses
pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan kondisi dalam kelas itu sendiri.
Misalnya,
kondisi kebersihan kelas, sarana dan prasarana, arsitektur, pencahayaan, dan
sebagainya. Kondisi kelas yang kotor, jelas akan mengganggu proses pembelajaran
dan menimbulkan rasa ketidaknyamanan. Termasuk sarana dan prasarana,
arsitektur, dan pencahayaan yang buruk, turut akan memperburuk kualitas proses
pembelajaran di kelas.
Sarana dan
prasarana dalam kelas juga mencakup bagian dari lingkungan kelas.      Kelas dengan sarana dan prasarana seperti
meja, kursi, papan tulis, dan media pembelajaran yang menarik, akan
meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas. Hal ini berbeda dengan
kelas dengan sarana dan prasarana yang minim. Pun kelas yang memiliki sarana
dan prasarana yang lengkap namun tidak digunakan dengan maksimal oleh guru,
maka proses pembelajaran juga akan terganggu.
b. Lingkungan Sekitar
Sekolah
Lokasi sekolah
turut mempengaruhi proses pembelajaran di kelas. Sekolah yang terletak di
lingkungan yang sejuk dan asri akan mendukung proses pembelajaran. Berbeda
dengan sekolah yang terletak di lingkungan industri yang panas dan penuh polusi
atau sekolah yang terletak di lokasi yang kerap kebanjiran. Kondisi tersebut
akan membawa dampak buruk bagi proses pembelajaran di kelas.
Kondisi sekitar
lingkungan sekolah juga turut mempengaruhi karakteristik peserta didik yang
akan berpengaruh dalam proses pembelajaran di kelas. Misalnya, suatu daerah
yang menjadi lumbung pengiriman TKI ke luar negeri, akan menghasilkan peserta
didik yang kurang perhatian dan kasih sayang orang tua. Bahkan tidak sedikit
dari mereka yang merupakan korban perceraian orang tua. Peserta didik tersebut
kemudian menjadi pribadi yang membutuhkan bimbingan lebih lanjut dari guru
untuk dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

[1] Suharsimi Arikunto, Manajemen
Pengajaran Secara Manusiawi
(Jakarta: Rineka Cipta,1990) Hlm. 19.
[2] Ahmad Rifai, dkk, Psikologi
Pendidikan
, (Semarang: Unnes Press, 2012) Hlml. 68.
[3] Muhamad Nurdin, Kiat Menjadi
Guru Profesional
, (Yogyakarta: Arruzz, 2008) Hlm. 17.
[4] Subyantoro, Penelitian Tindakan
Kelas
, (Semarang: Widya Karya, 2009) Hlm 1.
[5] Harjanto, Perencanaan Pengajaran
(Jakarta: Rineka Cipta, 2008) Hlm 238.
[6] Suharsimi Arikunto, Manajemen
Pengajaran Secara Manusiawi
(Jakarta: Rineka Cipta, 1990) Hal. 34
admin
admin

No Comments

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *