Model dan Metode Dalam Pembelajaran Sejarah

Pengertian Model
Pembelajaran
.
Pembelajaran atau pengajaran menurut Degeng adalah upaya untuk
membelajarkan siswa. Dalam pengertian ini secara implisit dalam pengajaran
terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai
hasil pengajaran yang diinginkan. Pemilihan, penetapan, dan pengembangan metode
ini didasarkan pada kondisi pengajaran yang ada.[1]
Sedangkan tujuan pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku
atau kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, tercapainya
perubahan perilaku atau kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan
pembelajaran.tujuan tersebut dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau diskripsi
yang spesifik. Yang menarik untuk digaris bawahi yaitu dari pemikiran Kemp dan
David E. Kapel bahwa perumusan tujuan pembelajaran harus diwujudkan dalam
bentuk tertulis. Hal ini mengandung implikasi bahwa setiap perencanaan pembelajaran
seyogyanga dilaksanakan secara tertulis ( written plan).
Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat
tertentu, baik bagi guru maupun peserta didik. Nana Syaodih Sukmadinata (2002)
mengidentifikasi 4 manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu :
1.   
Siswa
bisa lebih mandiri dalam proses belajarnya
2.   
Memudahkan
guru memilih dan menyusun bahan ajar
3.   
Membantu
memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran.
4.   
Memudahkan
guru melakukan penilaian.
Model pembelajaran
adalah bentuk atau tipe kegiatan yang digunakan untuk menyampaikan bahan ajar
oleh guru kepada siswa. Di dalam model pembelajaran terdapat unsur: (1)
filosofi atau teori yang menjadi landasan atau ruh dari rumusan teoritis dan
praktis sebuah metode pembelajaran; (2) rumusan teoritis metode pembelajaran;
dan (3) prosedur praktis penerapan metode pembelajaran.
Macam- macam Model
Pembelajaran
Berikut
ini adalah beberapa model pembelajaran sejarah :
1.                 
Model Pembelajaran Example Non Example
          Model Pembelajaran
Example Non Example atau juga biasa di sebut example and non-example merupakan
model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran.
          Metode Example non Example adalah metode yang menggunakan
media gambar dalam penyampaian materi pembelajaran yang bertujuan mendorong
siswa untuk belajar berfikir kritis dengan jalan memecahkan
permasalahan-permasalahan yang terkandung dalam contoh-contoh gambar yang
disajikan.
Kelebihan:
1. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.
2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.
3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.



Kekurangan:
1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.
2. Memakan waktu yang lama.
2.            
Model
Pembelajaran Picture and Picture
Model pembelajaran picture and picture adalah suatu model belajar
yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Model
Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran.
Gambar-gambar ini menjadi factor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga
sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan
baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar.
Kelebihan
1.     
Materi
yang diajarkan lebih terarah karena pada awal pembelajaran guru menjelaskan
kompetensi yang harus dicapai dan materi secara singkat terlebih dahulu.
2.     
Siswa
lebih cepat menangkap materi ajar karena guru menunjukkan gambar-gambar
mengenai materi yang dipelajari.
3.     
Dapat
meningkat daya nalar atau daya pikir siswa karena siswa disuruh guru untuk
menganalisa gambar yang ada.
4.     
Dapat
meningkatkan tanggung jawab siswa, sebab guru menanyakan alasan siswa
mengurutkan gambar.
5.     
Pembelajaran
lebih berkesan, sebab siswa dapat mengamati langsung gambar yang telah
dipersiapkan oleh guru.[2]
Kelemahan
1.     
Sulit menemukan gambar-gambar yang bagus dan
berkulitas serta sesuai dengan materi pelajaran.
2.     
Sulit menemukan gambar-gambar yang sesuai
dengan daya nalar atau kompetensi siswa yang dimiliki.
3.     
Baik guru ataupun siswa kurang terbiasa dalam
menggunakan gambar sebagai bahan utama dalam membahas suatu materi pelajaran.
4.     
Tidak tersedianya dana khusus untuk menemukan
atau mengadakan gambar-gambar yang diinginkan.
3.      Numbered Heads Together 
Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran
yang mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan
diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. Tujuan
dibentuknya kelompok kooperatif adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa
agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan dalam
kegiatan-kegiatan belajar. Dalam hal ini sebagian besar aktifitas pembelajaran
berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pelajaran serta berdiskusi untuk
memecahkan masalah
Kelebihan Model Number Heads Together :
1.     
Setiap siswa menjadi siap semua
2.     
Dapat melakukan diskusi mengajari siswa yang
kurang pandai
Kelemahan Model Number Heads Together :
1.     
Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil
lagi oleh guru
2.     
Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh
guru
4.      Pembelajaran
Cooperative Script
          Pembelajaran
cooperative script
adalah model
pembelajaran yang menghadirkan interaksi guru dengan siswa dan siswa dengan
siswa melalui pencarian ide/gagasan baru dari apa yang mereka pelajari kemudian
menyimpulkannya secara lisan.
Kelemahan metode ini dalam penerapannya di
dalam kelas adalah kesulitan guru dalam menghidupkan kerjasama antar siswa dan
sulitnya mendorong siswa untuk mengeluarkan pendapatnya. Kita semua tahu bahwa
sebagian siswa di Indonesia sangat pasif ketika belajar, malu dan takut salah
menghantui mereka. Jadi jika ingin menerapkan metode pembelajaran cooperative
script ini, para guru harus terlebih dulu mengenalkannya pada para peserta
didik yang tentu saja menyita banyak waktu.
5.      Jigsaw
Pembelajaran
kooperatif jenis Jigsaw adalah satu jenis pembelajaran kooperatif yang terdiri
dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas
penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada
anggota lain dalam kelompoknya. Jigsaw menggabungkan konsep pengajaran pada
teman sekelompok atau teman sebaya dalam usaha membantu belajar. Jigsaw
didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab untuk pembelajarannya sendiri
dan juga pembelajaran orang lain.
Kelebihan
  1. Meningkatkan rasa tanggung jawab siswa
    terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. 
  2. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang
    diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengerjakan materi
    tersebut pada anggota kelompoknya yang lain, sehingga pengetahuannya jadi
    bertambah.  
  3. Menerima keragaman dan menjalin hubungan
    sosial yang baik dalam hubungan dengan belajar 
  4. Meningkatkan berkerja sama secara
    kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan.
Kekurangan
  1. Jika guru tidak mengingatkan agar siswa
    selalu menggunakan keterampilan-keterampilan kooperatif dalam kelompok
    masing-masing maka dikhawatirkan kelompok akan macet dalam pelaksanaan
    diskusi. 
  2. Jika anggota kelompoknya kurang akan
    menimbulkan masalah. 
  3. Membutuhkan waktu yang lebih lama, apalagi
    bila penataan ruang belum terkondisi dengan baik sehingga perlu waktu
    untuk merubah posisi yang dapat menimbulkan kegaduhan.
6.      Problem Based Introductuon
Model pembelajaran Problem
Based Introduction
(PBI) disebut juga Pembelajaran
Berdasarkan Masalah
. Model pembelajaran ini mengangkat satu
masalah aktual sebagai satu pembelajaran yang menantang dan menarik. Peserta
didik diharapkan dapat belajar memecahkan masalah tersebut secara adil dan
obyektif.
Kelebihan
1.     
Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga
pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.
2.     
Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa
lain.
3.     
Dapat memperoleh dari berbagai sumber.
4.     
Siswa berperan aktif dalam KBM
5.     
Siswa lebih memahami konsep matematika yg
diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut.
6.     
Melibatkan siswa secara aktif memecahkan
masalah dan menuntut keterampilan berfikir siswa yang lebih tinggi
7.     
Pembelajaran lebih bermakna
8.     
Siswa dapat merasakan manfaat pembelajaran
matematika sebab masalah yang diselesaikan merupakan masalah sehari-hari
9.     
Menjadikan siswa lebih mandiri
10. 
Menanamkan sikap sosial yang positif, memberi
aspirasi dan menerima pendapat orang lain
11.  Dapat
mengembangkan cara berfikir logis serta berlatih mengemukakan pendapat
Kelemahan
1.     
Untuk siswa yang malas, tujuan dari metode
tersebut tidak dapat tercapai.
2.     
Membutuhkan banyak waktu dan dana.
3.     
Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan
dengan metode ini.
7.      Mind Mapping 
          Model pembelajaran Problem Based Introduction (PBI)
disebut juga Pembelajaran Berdasarkan
Masalah
. Model pembelajaran ini mengangkat satu masalah aktual sebagai
satu pembelajaran yang menantang dan menarik. Peserta didik diharapkan dapat
belajar memecahkan masalah tersebut secara adil dan obyektif. Secara garis
besar PBI terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan
bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan
penyelidikan dan inkuiri. Peranan guru dalam PBI adalah mengajukan masalah,
memfasilitasi penyelidikan dan dialog siswa, serta mendukung belajar siswa. PBI
diorganisasikan di sekitar situasi kehidupan nyata yang menghindari jawaban
sederhana dan mengundang berbagai pemecahan yang bersaing.
Kelebihan
1.     
Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga
pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.
2.     
Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa
lain.
3.     
Dapat memperoleh dari berbagai sumber.
4.     
Siswa berperan aktif dalam KBM
5.     
Siswa lebih memahami konsep matematika yg
diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut.
6.     
Melibatkan siswa secara aktif memecahkan
masalah dan menuntut keterampilan berfikir siswa yang lebih tinggi
7.     
Pembelajaran lebih bermakna
8.     
Siswa dapat merasakan manfaat pembelajaran
matematika sebab masalah yang diselesaikan merupakan masalah sehari-hari
9.     
Menjadikan siswa lebih mandiri
10. 
Menanamkan sikap sosial yang positif, memberi
aspirasi dan menerima pendapat orang lain
11.  Dapat
mengembangkan cara berfikir logis serta berlatih mengemukakan pendapat
Kelemahan
1.     
Untuk siswa yang malas, tujuan dari metode
tersebut tidak dapat tercapai.
2.     
Membutuhkan banyak waktu dan dana.
3.     
Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan
dengan metode ini.
4.     
Membutuhkan waktu yang banyak
5.     
Tidak setiap materi matematika dapat diajarkan
dengan PBI
6.     
Membutuhkan fasilitas yang memadai seperti
laboratorium, tempat duduk siswa yang terkondisi untuk belajar kelompok,
perangkat pembelajaran, dll
7.     
Menuntut guru membuat perencanaan pembelajaran
yang lebih matang.
8.     
Kurang efektif jika jumlah siswa terlalu
banyak, idealnya maksimal 30 siswa perkelas.
Pengertian Metode Pembelajaran
          Metode Pembelajaran
dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana
yang sudah didudun dalam bentuk kegiatan yang nyata dan praktis. Untuk mencapai
tujuan pembelajaran pada umumnya metode pembelajaran klasikal hanya
memperhatiakan satu aspek saja yaitu aspek penyampaian informasi. Sedangkan
sebagai pendidik profesional, maka dituntut harus dapat merangsang terjadinya proses
berpikir, harus membantu tumbuhnya sikap kritis, serta mampu mengubah pola
pikir peserta didiknya, sehingga diperlukan penggunaan metode mengajar lainnya
yang lebih efekti dan efisien
Berikut merupakan pengertian Metode Pembelajaran menurut para ahli :
1.     
Nana
Sudjana  : metode pembelajaran adalah
cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengedakan hubungan dengan siswanya pada
saat berlangsungnya pengajaran.
2.     
Ahmad
Sabri  : metode pembelajaran adalah
cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran baik individual maupun
kelompok.
3.     
M.
Sobri Sutikno : metode pembelajaran adalah cara-cara penyajian materi pelajaran
yang dilakukan pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam
mencapai tujuan
4.     
Gerlach
dan Elly : metode pembelajaran adalah rencana yang sistematis untuk
menyampaikan informasi
5.     
Bayiruddin
Usman : metode pembelajaran adalah salah satu cara penyampaian bahan pelajaran
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
            Dari pengertian metode pembelajaran
menurut para ahli di aatas, proses pembelajaran dapat dilakukan didalam maupun
diluarkelas. Ada berbagai macam metode pembelajran yang bisa diterakan dalam
mengajar siswa di kelas termasuk di dalam pembelajaran sejarah. Metode yang
dipilih dapat dipengaruhi oleh banyak hal, misalya jenis materi yang
disampaikan, jumlah siswa yang mengikuti pelajaran, situasi saat pembelajaran,
dan kemampuan rata-rata siswa dalam kelas.
Pemilihan
dan Penentuan Metode
          Metode mengajar yang
digunakan guru dalam setiap kali pertemuan kelas bukanlah asal pakai, akan tetapi
setelah melakukan seleksi yang berkesesuaian dengan perumusan tujuan
intruksional khusus, oleh karena itu berikut merupakan masalah yang harus di
pahami dalam pemilihan dan penentuan metode dalam kegiatan belajar mengajar.
1.            
Nilai
Strategis Metode
          Guru sebaiknya
memperhatikan dalam pemilihan dan penentuan metode sebelum kegiatan belajar
mengajar dilaksanakan di kelas
2.            
Efektivitas
Penggunaan Metode
          Efektivitas
penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuaian antara metode dengan semua
komponen pengajaran yang telah diprogramkan dalam suatu pelajaran, sebagai
persiapan tertulis.
3.            
Pentingnya
Pemilihan dan Penentuan Metode
          Guru sebagai salah
satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreativ
bagi kegiatan belajar anak didik di kelas. Salah satu kegiatan yang harus guru
lakukan adalah melakukan pemulihan dan penetuan metode yang bagaimana yang akan
dipilih untuk mencapai tujuan pengajaran.
4.            
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Pemilihan Metode
          Guru akan lebih
mudah menetapkan metode yang paling serasi untuk situasi dan kondisi yang
khusus dihadapinya, jjika memahami sifst – sifst masing – masing metode
tersebut. Winarno Surahmad (1990; 97) mengatakan, bahwa pemilihan dan penentuan
metode dipengaruhi oleh beberapa factor sebagai berikut :
a.             
Anak
Didik
Anak didik adalah manusia berpotensi yang mengahajatkan pendidikan.
b.            
Tujuan
          Tujuan adalah
sasaran yang dituju dari setiap kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini metode
harus tunduk pada kehendak tujuan dan buakn sebaliknya. Karena itu kemampuan
yang bagaimana yang dikehendaki oleh tujuan, maka metode harus mendukung
sepenuhnya.
c.             
Situasi
          Situasi kegiatan
belajar-mengajar yang guru ciptakan tidak selamanya sama dari hari ke hari,
disisi lain metode yang baik adalah sesuai dengan situasi yang ada, oleh sebab
itu situasi yang ada mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar.
d.            
Fasilitas
          Fasilitas adalah
kelengkapan yang menunjang belajar anak didik di sekolah. Lengkap tidaknya
fasilitas belajar akna mempengaruhi pemilihan metode mengajar.
e.             
Guru
          Setiap guru
mempunyai kepribadian yang berbeda. Seseorang guru misalnya kurang suka
berbicara dan ada yang suka berbicara. Oleh sebab itu maka kepribadian guru
akan menentukan pemilihan dan penentuan metode yang akan dipakai.[3]
Macam-macam
Metode Pembelajaran
             Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk
mengimplementasikan strategi pembelajaran, terutama dalam pembelajaran
sejarah  diantaranya:
1.            
Metode
Ceramah
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan
informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya
mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan
sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi,
dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang
sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
a.             
Kelebihan
1.        
Guru
mudah menguasai kelas.
2.        
Dapat
diikuti siswa dengan jumlah yang banyak.
3.        
Mudah
mempersiapkan dan melaksanakannya.
4.        
Guru
mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar.
b.            
Kekurangan
1.       
Membuat
siswa pasif.
2.       
Mengandung
unsur paksaan terhadap siswa.
3.       
Sukar
mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
4.       
Kegiatan
pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
5.       
Bila
terlalu lama membosankan.
2.       Metode Diskusi
          Metode diskusi
adalah cara penyajian pelajaran, dimana para siswa dihadapkan pada suatu maslah
yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk
dibahas dan dipecahkan secara bersama. Didalam diskusi ini proses belajar
mengajar terjadi, dimana interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat
saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah, dapat juga
semuanya aktif. Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar
untuk :
a.   Mendorong siswa berpikir
kritis.
b.
 Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya
secara bebas.
c. 
 Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya
untuk memecahkan masalah bersama.
d.
 Mengambil satu alternatif jawaban atau
beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan
yang seksama.
a.             
Kelebihan
1.       
Merangsang
kreativitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan,dan terobosan baru dalam  memecahkan suatu masalah.
2.       
Mengembangkan
sikap menghargai pendapat orag lain.
3.       
Memperluas
wawasan.
4.       
Membina
sisiwa untuk terbiasa musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan suatu masalah.
b.            
Kekurangan
1.       
tidak
dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
2.       
Peserta
diskusi mendapat informasi yang terbatas.
3.       
Dapat
dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
3.       Metode Karyawisata
          Metode karya wisata
adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan
diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik
yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.
a.             
Kelebihan
1.       
Karyawisata
memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam
pengajaran.
2.       
Membuat
apa yang dipelajari disekolalebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di
masyarakat.
3.       
Lebih
merangsang kreativitas siswa.
4.       
Informasi
sebagai bahan pelajaran lebih aktual dan luas.
b.            
Kekurangan
1.       
Memerlukan
persiapan yang melibatkan banyak pihak.
2.       
Memerlukan
perencanaan dengan persiapan yang matang.
3.       
Dalam
karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama,
sedangkan unsur studinya terabaikan.
4.       
Memerlukan
pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
5.       
Memrlukan
biaya yang mahal.
          Menurut Roestiyah
(2001:85) ,teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai
berikut: Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh
pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya, dapat turut menghayati tugas
pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan
demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran,
ataupun pengetahuan umum. Juga mereka bisa melihat, mendengar, meneliti dan
mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan
sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.
4.            
Metode
Problem Solving
           Metode problem
solving bukan sekedar metode mengajar, tetapi merupakan suatu metode berfikir,
sebab dalam metode solving dapat menggunakan metode lainnya yang dimulai dari
mencari data hingga menarik suatu kesimpualan.
a.       Kelebihan : 
          1.    Metode ini bisa membuat pendidikan disekolah
lebih relevan dengan kehidupan
          2.    Metode ini merangsang pengembangan kemampuan
berpikir siswa
3.
Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah yang nantinya dapat  membiasakan siswa dalam menyelesaikan masalah.

b.       Kekurangan :
          1.    Dalam penggunaan metode ini banyak memakan
waktu
2.    Mengubah kebiasaan siswa yang belajar dengan
mendengar dan menerima informasi
3.    Menentukan masalah yang
tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa
5.       Metode Tanya Jawab
          Metode tanya jawab
adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab,
terutama dari guru kepada siswa, tetapi dpat pula dari siswa ke guru. Metode
tanya jawab adalah yang tertua dan paling banyak dalam proses pendidikan, baik
dilingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah.
a.             
Kelebihan
        
1.       
Pertanyaan
dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun ketika siswa tersebut
sedang ribut.
2.       
Merangsang
daya pikir dan daya ingat siswa.
3.       
Mengembangkan
keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.
b.            
Kekurangan
1.       
Membuat
siswa menjadi tegang
2.       
Waktu
sering terbuang percuma, ketika tidak ada siswa yang menjawab pertanyaan.
3.       
Pertanyaan
tidak bisa merata untuk semua siswa.

[1]
Uno, Hamzah B., Perencanaan Pembelajaran,
Jakarta, Penerbit PT Bumi Aksara, 2008, hlm. 2.
[2]
Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif (Referensi Guru Dalam Menentukan
Model Pembelajaran).
(Medan: Media Persada, 2011), hlm. 8.
[3] Syaiful Bahri djamarah dan Aswan zain, Strategi
Belajar Mengajar
, PT Rineka Cipta, Jakarta, hlm. 75

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *