Sejarah Asia Selatan

India berasal dari bahasa Yunani
Indoi, yang berarti bangsa yang mendiami daerah yang digenangi sungai Indus,
atau Sindhu dalam bahasa Sanskerta. Mengenai letak geografis India sebagai
berikut sebelah utara kawasan India dibatasi oleh dinding Himalaya yang
membentang sejak dari Afganistan sampai Assam di sebelah timur, yang menjangkau
sampai 2500 km dan yang terletak di sebelah barat laut adalah pegunungan Hindu
Kusy, pada bagian barat daya India terbentang pegunungan terjal yang merupakan
tangga untuk menuruni laut Arab di pantai barat daya anak benua ini.
            Keadaan
alam membuat India memiliki empat kawasan yang masing-masing memiliki ciri khas
yang disebut sebagai Mandala Budaya yang pertama adalah mandala sungai Indus
atau yang lebih dikenal dengan mandala lembah sungai Punjab, yang kedua adalah
mandala budaya lembah sungai Gangga, ketiga adalah mandala budaya Deccan,
keempat adalah mandala budaya Tamil.
            Ciri
dari masyarakat India yang paling menarik adalah adanya sistem kasta dalam
masyarakat yang secara garis besar terdapat empat lapisan yaitu, yang termasuk
kelompok Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra dalam masyarakat Hindu. Munculnya
agama Budha misalnya juga tidak dapat terlepas dari ketidak puasan masyarakat
terhadap dominasi kaum Brahmana, yang dipelopori agama Budha adalah kaum Ksatria.
            Pengetahuan
mengenai Bangsa Arya berasal dari kitab Veda yang berasal dari kata vid yang
berarti pengetahuan atau kebijaksanaan. Beberapa kitab Veda yaitu, Reg Veda,
Sama Veda, Yajur Veda. Ada hal-hal menarik bila kita bandingkan antara
kepercayaan akan dewa di Yunani dengan yang di ajarkan oleh Veda, walaupun
dewa-dewa di India mempunyai sifat, tindak-tanduk seperti manusia seperti
makan, minum, perang dan sebagainya namun, dewa-dewa itu tidak digambarkan
dengan wujud manusia.
            Pada
zaman wiracarita, kehidupan bangsa Arya setelah masa Veda dapat kita ketahui
dari kesusastraan wiracarita India yang menggambarkan peranan kaum ksatria
dalam proses Aryanisasi India. Terdapat dua wiracarita yang sangat terkenal
dalam kesusastraan India yaitu Mahabharata yang menceritakan keluarga besar
Bharata dan merupakan cerita kepahlawanan yang ditulis dalam syair yang panjang
dan yang kedua adalah Ramayana yang bercerita mengenai kepahlawanan Rama dan
Shinta ketika harus melawan Rahwana, raja raksasa.
            Vedanta
dan Samkya adalah nama-nama filsafat dan pandangan hidup orang-orang Indo-Arya,
sebagai pandangan hidup keduanya memeiliki perbedaan yaitu dalam memandang
hakikat hidup tepatnya ruh kehidupan. Pada abad ke 6 proses pembaharuan dalam
keagamaan terus berlangsung dimana muncul dua orang pembaharu agama yaitu Buda
Gautama dan Vardamana Mahavira, kedua pembaharu agama ini mepunyai persamaan
yaitu: keduanya berasal dari masa yang bersuasana Samkya dan keduanya
mendirikan kumpulan-kumpulan atau biara-biara agama (Sanga), para pengikutnya
hidup dalam masyarakat dengan penuh rasa cinta kasih kepada sesama manusia,
tidak mencuri, tidak berdusta. Hinduisme pada dasarnya adalah pandangan hidup,
adat-istiadat, maupun keyakinan yang dianut oleh bangsa yang tinggal di anak
benua India, atau tepatnya di kawasan India sekarang yang tidak memeluk agama-agama
datang dari luar, seperti Nasrani dan Islam. Ciri dari agama Hindu yaitu
terletak pada kepercayaan mereka pada sistem ketuhanan atali dewa mereka,
adanya pergeseran mengenai pemahaman orang mengenai para dewa.
            Berita
mengenai hubungan antara India dengan bangsa-bangsa di sebelah barat berupa
pengiriman iuran untuk membiayai operasi angkatan perang besar yang dikerahkan
oleh Xerxes dari Persia untuk menyerang Yunani pada tahun 480 SM. Dari sumber
India dalam naskah cerita Jataka yng merupakan kitab agama buda, disebut pula
bentuk hubungan kedua bangsa itu yaitu perjalanan para pedagang India yang
mengadakan perjalanan berkala untuk berdagang baru di Babylonia.
            Pada
tahun 334 SM setelah dari Mesir dan mengabadikan namanya dalam bentuk kota
bernama Iskandariah, pasukan Iskandar dari Macedonia berangkat ke timur untuk
menklukan Persia. Pada tahun 330 SM Iskandar Agung berhasil merebut Persepolis,
ibu negeri kerajaan Persia. Dalam perjalanan selanjutnya pasukan Iskandar Agung
berhubungan dengan Ambhi, raja Taxila atau Taksasila, hubungan dengan pasukan
asing ini bertujuan untuk membinasakan lawannya yaitu kerajaan Paurava yang
membentang di sungai Jhelum dengan Chenab. Dalam kesempatan ini pasukan
Iskandar dari Macedonia berhasil menyeberangi sungai Indus. Kemunduran kekuasaan
Iskandar Agung di India diakibatkan oleh ulah seorang pemuda tak dikenal
kemudian menjadi terkenal, yaitu Chandragupta.  
            Timbulnya
kerajaan Magadha di sebelah selatan Bhiar, dan Kosala yang mulai terpandang
pada tahun 540 SM menimbulkan perluasan kekuasaan yang mengakibatkan pada makin
susutnya kerajaan-kerajaan kecil. Ibu kota kerajaan Magadha pada masa
pemerintahan Chandragupta ada di Pathaliputra atau seperti orang Yunani
menyebutkannya adalah Polibotra. Pada tahun 273 SM Asyoka menerima mahkota
kerajaan Magadha dari ayahnya yaitu Bindusara, Asyoka merupakan raja ysng
senang berperang dalam memperluas daerah kekuasaannya namun, raja angkara murka
ini jatuh bersimpuh di bawah pengaruh kebijaksanaan seorang pendeta agama Buda
yang termasyur bernama Upagupta dari Mathura sejak itu berubahlah Asyoka
menjadi raja yang bijak serta belas kasih terhadap sesama. Gagasan Asyoka yang menguntungkan
rakyat seperti mendirikan tonggak-tonggak sabda raja, ditanamnya pohon-pohon
pelindung sepanjang jalan umum, digalinya sumur-sumur untuk umum. Kerajaan ini
runtuh karena dipegang oleh penerus yang tidak memenuhi harapan kakeknya.
Sebuah komplotan yang dihasut oleh para Brahmana telah mengakhiri riwayat
Dasaratha yang merupakan raja terakhir di dinasti Maurya.
            Kerajaan-kerajaan
Yunani menyeberangi perbatasan India dan menduduki Ghandara dan mendirikan
kekuasaan disana. Raja-raja Yunani di Punjab akhirnya harus mengakui keunggulan
suku bangsa Saka yang menyerbu Asia Tengah, suku ini telah lama memusuhi bangsa
Persia. Sebgai akibat konsolidasi yang dilakukan oleh kaisar besar Chin Shin
Huang Ti (247-210 SM) juga karena mengeringnya sungai dan padang rumput, banyak
penduduk yang terpaksa pergi ke barat yaitu di sebelah timur laut Kaspia.
Antara tahun 123-88 SM yang berkuasa di Bacria adalah Gradates Agung yang
kekuasaannya meluas hingga ke sungai Indus. ‘Acts of Thomas’ menyebutkan, bahwa
Apostel (penyiar agama) Thomas pernah datang untuk menyebarkan agama Kristen ke
daerah Takshasila sebagai kota kebudayaan.
            Kejadian
penting yang terjadi pada masa pemerintahan Raja Kaniskha adalah perpindahan
Kaniskha untuk memeluk agama Buda, yang menarik lagi adalah kenyataan bahwa
yang mengajak Kaniskha memeluk agama Buda ialah seorang bekas brahmana yang
kemudian memeluk agama Buda dia adalah pendeta Asvaghosa. Penemuan yang
dilakukan mengenai zaman kekuasaan bangsa Kushana ialah Sirkap yang terletak
dilingkungan Bacria dan Parthia.
            Mengenai
pendirian dinasti Gupta berawal dari penetapan Pathaliputra sebagai ibukota dan
pusat pemerintahan oleh Candragupta pada tanggal 26 Februari 320 Masehi
kemudian ditetapkan sebagai awal pemerintahannya sebagai raja dan di tandai
dengan dikeluarkannya mata uang baru untuk melestarikan kehormatan raja dan
permaisuri yang bergelar maharaja diraja. Tahun itu pula dianggap sebagai awal
tarikh Gupta namun, tidak banyak diketahui seluk-beluk pemerintahannya. Masa
setelahkematian Chandragupta II merupakan lembaran suram bagi sejarah kerajaan
Gupta dimana pada waktu ini diwarnai dengan serentetan penyerbuan yang
mematikan bagi kelestarian dinasti Gupta yang jaya, datang dari pengembara
suku-suku pengembara di Asia tengah.
            Secara
etimologis Dekkan berarti Negeri Selatan, karena letak negeri tersebut tidak di
bagian ujung selatan anak benua India, namun ada di seberang selatan  pegunungan Vindhya. Pusat perkembangan
kebudayaan di kawasan selatan ini brada di daerah Dekkan barat dan di negeri
orang-orang Chola yang berada di pantai Karomandel. Dekkan bagian utara bangsa
Vakatola telah tenggelam bersama dengan tenggelamnya pengaruh Gupta di kawasan
India Utara.
            Islam
memasuki kawasan Asia Selatan melalui tiga gelombang, gelombang pertama terjadi
saat tahun 711 M, semasa kekhalifahan Umayah yang dilakukan oleh Muhamad Ibnu
Kasim seorang penguasa daerah (gubernur) di kawasan Irak. Gelombang kedua berada
pada masa antara 997-1030 M, yang dilakukan oleh Muhamad Gazni dan gelombang
ketiga terjadi pada 1172 M dilakukan oleh Mahmud Guri yang berhasil merebut
India Utara hingga daerah Benggala.
            Salah
satu monumen arsitektur yang amat mengesankan di kawasan Asia Selatan yang
merupakan bukti kejayaan islam adalah menara Belimbing yang lebih dikenal
dengan nama Qutb Minar atau Menara Qutb di dirikan di Delhi, India sebelah
utara. Pada tahun 1306 serbuan besar-besaran bangsa Mongol dibawah Timurlenk,
Feruz meninggal dunia. Masa-masa berikutnya adalah masa disintegrasi bagi
kesultanan Delhi yang telah mampu menyatukan seluruh India dalam satu kontrol
di bawah penguasa-penguasa Islam. Sebagai sultan boneka terakhir adalah Sultan
Mahmud, yang dinobatkan oleh Mallu Iqbal pada 1401. Pada 1413 dia wafat, dan
digantikan oleh Daulat Khan Lodi. Pada 1414, Lodi digulingkan oleh Khizr Khan,
gubernur Multan yang mendapat dukungan dari Timurlenk yang dipercayai mempunyai
darah kerturunan Nabi, dijuluki Sayid. Sehingga sejak saat itu mulailah masa
kekuasaan Wangsa Sayid di India.  

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *