Filsuf dan Ajarannya yang Berpengaruh terhadap Revolusi Prancis

  • Montesquieu
    (1659-1755)

Dalam
bukunya L’Esprit de Lois (Jiwanya Undang-Undang) diterangkan sejarah dari
Undang-Undang dan peraturan-peraturan pemerintah, dirincinya segala kebur
ukan dan kebaikannya.
Kekuasaan membuat Undang-Undang, menjalankan Undang-Undang dan kehakiman harus
dipisahkan, dan dalam bukunya Montesquieu mengenalkan bentuk kekuasaan negara
yang dibagi menjadi tiga yaitu:
-Kekuasaan
Legislatif (pembuat Undang-Undang)
-Kekuasaan
Eksekutif (pelaksana Undang-Undang)
-Kekuasaan
Yudikatif (pengawa dan pengadilan pelanggar Undang-Undang)

  • Voltaire (1694-1778)

Pada
zamannya Voltaire lebih dikenal sebagai seorang pujangga daripada seorang ahli
hukum. Dengan tegas dan jitu di kritiknya pemerintahan Louis XIV yang
aristrokratis dan dia membandingakan pemerintahan Inggris yang berParlemen dan
Prancis yang hanya mempunyai nama parlemen, karena sejak masa louis XIII
parlemen tidak berfungsi kembali. Kemudian ia membandingkan pemerintahan
Frederick II di Jerman yang bertindak demi masyarakat banyak. Voltaire
menyokong pendapat
J.J.
Rousseau dengan mengatakan bahwa semua peraturan yang telah tidak sesuai harus
diabaikan.

  • J.J.
    Roussesau

Manusia
adalah bagian dari alam dan dia lebih memuja rakyat kaena dalam tingkah laku
rakyat yang polos terdapat ketulusan tidak seperti orang-orang yang telah
dipoles dengan tata krama. Rosseau menulis buku yag berjudul Du Contract Sosial
yang menjelaskan bagaimana seharusnya Undang-Undang dan peraturan-peraturan
untuk manusia yang beradab, Inti dalam buku ini yaitu  kekauasaan adalah tangan Rakyat.
admin
admin

1 Comment

nadzrul

belum mendalam

Reply

Leave a Reply to nadzrul Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *