Perkembangan dan tantangan agama Kristen di Romawi

Agama
Kristen berkembang di Romawi pada tahun 64 M – 117 M.       Permulaan agama Kristen di romawi ditandai dengan adanya
pengerjaan atau penganiayaan pengikut Kristen 
pada masa Nero diceritakan oleh Tacitus, adanya kebijakan Kaisar Romawi
terhadap pengikut Kristen, diceritakan dalam surat dari Gupernur Pliny Tua
kepada Kaisar Trajan. Sebab adanya penganiayaan yaitu: penganut Kristen menolak
untuk mengadakan upacara pemujaan Kaisar Roma sebagai Dewa, dan faktor-faktor
lainnya. Penganiayaan mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Kaisar Decius
tahun 251 M, dan  pada masa kaisar
Valerian tahun 257 dan 260. pada tahun 300 M. Sudah terdapat Gereja penganut
Kristen di setiap provinsi. Gereja Kristen menjadi organisasi keagamaan yang
terkuat dalam kekaisaran Roma, kira-kira 10% dari penduduk Romawi sudah
menjadi  penganut Kristen (Dudley, D.R.,
1960: 213). Setelah penganiayaan terakhir pada permulaan abad 4 M (masa pem.
Kaisar Diocletian: 284-305 M), agama Kristen akhirnya mendapat pengakuan secara
resmi pada tahun 311 M oleh Kaisar Galerius, Kaisar Constanite  (Konstantin) Agung (306-337 M) mengakui
kembali keberadaan agama Kristen disamping agama-agama lainnya, dalam Edict
Milan (Edict Toleransi) tahun 312 atau 313 M.
Seperti
dikatakan oleh ahli sejarah Lactanius isi dari Edict Milan tersebut adalah
seperti yang diperintahkan oleh Kaisar Konstantin kepada pejabat bawahannya,
yang menjadikan negara (Kekaisaran Romawi) sebagai lembaga yang netral dalam
menghadapi berbagai agama yang berkembang di wilayahnya. Konsili di Nicaea
tahun 325 M diadakan dengan perlindungan Kaisar Constantine (Konstantin) Agung.
Konsili Nicaea menetapkan ajaran Biskop Athanasius sebagai ajaran resmi Gereja
dan menyatakan ajaran Arian sebagai ajaran yang salah (hehetic = bid’ah)
Penganiayaan terakhir dilakukan oleh Kaisar Julian the Apostate (Julian yang
menyebabkan orang Kristen mengingkari agamanya) pada tahun    361-363 M tetapi tidak berhasil. Pada masa
Kaisar Thodosius (379-395 M) agama Kristen ditetapkan sebagai agama resmi
Kekaisaran Roma, dan agama lain-lainnya dilarang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *