Renaissance, Pengertian, Sejarah dan Tokohnya

Secara etimologi Renaissans (Renaissance) berarti “kelahiran kembali” atau “kebangkitan kembali”. Istilah “renaissance “ berasal dari bahasa Prancis yang artinya lahir kembali atau “kelahiran kembali” kelahiran yang dimaksud adalah kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya Yunani Kuno dan Romawi Kuno. Renaissan terjadi di Italia hal ini dipicu kekalahan tentara Salib dalam perang suci, kekalahan tersebut membuat para pemikir dan seniman menyingkir dari Romawi Timur menuju Eropa Barat mereka menyadari telah dimulainya masa mesiu peledak dan untuk menguasai teknologi tersebut mereka harus melepaskan diri dari pengaruh mistisme zaman pertengahan dengan kembali pada sains zaman klasik yang sebelumnya dilarang karena dianggap melanggar misi ketuhanan.

Sebelum lahirnya renaissance pada abad ke 15, Eropa mengalami suatu masa yang dinamakan abad pertengahan. Suatu masa yang puncaknya telah menghantarkan Eropa kepada masa kegelapan. Pada masa abad pertengahan Eropa, terjadi banyak bencana seperti wabah penyakit, kekacauan politik, dan krisis ekonomi. Dalam dunai pemikiran, manusia abad pertengahan di Eropa didominasi oleh pengaruh gereja.


Pada awal abad 15, suatu perspektif baru tentang manusia muncul dalam masyarakat Italia. Masyarakatnya tumbuh dan berkembang sebagai masyarakat urban. Negara – negara kota bermunculan dan menjadi sentral dari kegiatan politik. Seiring dengan berkembangnya kegiatan perdagangan kehidupan masyarakat urban, Italia menjadi semakin sejahtera. Kesejahteraan yang dinikmati masyarakat menyebabkan mereka mulai berpikir secara duniawi dan mendorong munculnya pemikiran yang didasarkan pada rasionalitas. Dalam situasi yang seperti itu, iklim untuk kelahiran renaissance menjadi semakin matang. Penghargaan kepada manusia bukan lagi didasarkan pada pengabdiannya terhadap gereja melainkan kemampuan dan pencapaian secara pribadi. 

Atas dasar inilah bermunculan ahli – ahli diberbagai bidang seperti ahli sastra, seni, arsitektur, dan ilmu pengetahuan seperti :

  1. Francesco Petrarch (1304-1374), merupakan seorang Kristen yang taat Sekaligus seorang pengagum karya – karya klasik. Baginya, keduanya haruslah dapat bersama – sama memperkaya jiwa manusia. 
  2. Johannes Gutenberg (1400-1468), merupakan ilmuwan kebangsaan Jerman yang berhasil menemukan mesin cetak pada tahun 1440.
  3. Nicolaus Copernicus (1413-1543), merupakan tokoh gereja ortodoks yang menemukan bahwa matahari merupakan pusat jagat raya (heliosentris).
  4. Galileo Galilei (1464-1642), merupakan ilmuwan terbesar di zamannya. Ia seorang pendukung teori heliosentris dan menemukan pentingnya akselerasi dalam dinamika. 
  5. Niccolo Machiavelli (1467-1525), seorang pemikir tata negara. Pemikirannya yang terkenal adalah gagasan tentang suatu bentuk negara yang otokratis. Selain Machiavelli ada Thomas More (1478-1535). 

Munculnya gerakan renaissance, pada perkembangannya telah mempengaruhi terhadap penjelajahan samudera orang – orang Eropa. Penjelajahan samudra sebetulnya menjadi akibat langsung dari kondisi politik pasca-Perang Salib. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan ilmu pengetahuan pasca-renaissance telah memberikan andil yang luar biasa besar terhadap aksi orang – orang Eropa dalam mengarungi samudra luas.

Selama berabad – abad, sebelum meletusnya Perang Salib (1096-1291), Laut Tengah menjadi pusat perdagangan antara bangsa Eropa, Asia dan Afrika. Ketika kekaisaran Turki Utsmani menguasai Konstantinopel (sekarang Istanbul), Sultan Muhammad al-Fatih memerintahkan penutupan jalur perdagangan Laut Tengah bagi bangsa Eropa. Penutupan ini telah memaksa bangsa Eropa mencari dunia baru, dunia penghasil rempah – rempah yang sangat mereka butuhkan.

Desakan inilah yang kemudian mendorong bangsa Eropa dalam perkembangan ilmu pelayaran bangsa Eropa yang berkembang pesat pasca-renaissans, misalnya bagi bangsa Portugal. Kompas, peta, kisah petualangan Marcopolo, teori heliosentris, serta teknologi kapal layar beserta meriamnya telah mematangkan mereka untuk mengarungi samudera yang paling berani sepanjang zaman.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *