Hubungan Internasional dalam Perspektif Sejarah

Penulis                       
: Drs. Subagyo, M.P.d
                                    Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang bekerja sama dengan Widya Karya, Semarang
Buku                           : Hubungan Internasional Dalam Perspektif Sejarah 
Sampul                      
: Soft cover berwarna biru
Jumlah
Halaman      
: viii + 297 hal. Ukuran 20.5 x 14.5 cm
ISBN                          
: 978 602 8517 26 3
BAB I
KONSEP DASAR DAN RUANG LINGKUP
Menurut
Suwardi Wiraatmaja 1997
,Hubungan internasional adalah
suatu disiplin yang disusun secara ssinetis,sedangkan ilmu pengetahuan lain
dapat terjadi secara analitis,artinya berasal dari disiplin lain yang ada
terlebih dahuluHubungan internasional dapat berwujud dalam berbagai bentuk
yaitu:Hubungan individu
,Hubungan antarkelompok,danHubungan
antarnega
ra Dalam hubungan dengan hal tersebut, terdapat tiga
asas, yang satu sama lain pengaruh mempengaruhi, yaitu: (1) asas territorial,
asas ini didasarkan kekuasaan negara atas daerahnya (2) asas kebangsaan, asas
ini didasarkan kepada kekuasaan negara pada warga negaranya (3) asas
kepentingan umum, asas ini didasarkan kepada wewenang negara untuk melindungi
dan mengatur kepentingan dalam kehidupan masyarakat.Bangsa Romawi telah
mengenal tentang asa-asas dalam hubungan internasional.Orang Romawi mengenal
Ius Civile dan Ius Gentium.Ius civile,diartikan sebagai hukum
internasional,Sedangkan Ius Gentium memiliki dua arti yaitu:
1.     
Ius Gentium adalah bagian dari hukum Romawi,yang
sesuai dengan hukum yang berlaku di negara lain
2.     
Ius Gentium adalah Hukum yang mengatur orang Romawi
dengan orang-orang asing
Terdapat
empat periode yang dipakai dalam perkembangan hubungan internasional,yaitu:
1.     
Zaman kuno yang berlangsung sampai berakhirnya
Imperium Romawi
2.     
Abad pertengahan sampai dengan abad keenam belas
3.     
Periode antarnegara modern,pada abad keenambelas
sampai kesembilan belas
4.     
periode abad keduapuluh yaitu periode evolusi menuju
kearah tingkat supra negara.
BAB
II
NEGARA, BANGSA, DAN NEGARA BANGSA
Negara
secara geografis merupakan wilayah dengan sistem kekuasaan yang terpusat dengan
memiliki hukum, peraturan dan membuat keputusan sendiri. Negara-bangsa
diartikan sebagai suatu terotorial negara dengan penduduk yang menyatakan
sebagai suatu bangsa. Sistem negara-negara Westphalia adalah sistem Eropa yang
digunakan di benua tersebut. Sebelum timbulnya sistem negara tersebut, Eropa
dikenal di kuasai oleh sistem kerajaan (empire), dimana Inggris, Perancis,
Belanda, Portugis, dan Spanyol melebarkan sayapnya keluar kontinen Eropa mulai
abad 17 dengan kekuasaan dan kekuatan militer empire ke tanah Jawa
.Pada akhir abad 18 pandangan merkhantilisme tidak populer lagi dan diganti dengan sistem
perdagangan internasi
.Evolusi negara modern:1684
: perjanjian westphalia membentuk sistem negara modern
,Abad 16,17,dan 17 : mengembangkan kekuasaan kolonial,1775-1780 : revolusi Amerika dan perancis merupakan
tantangan bagi kekuasaan raja
,1804-1815 : kekuasaan napoleon
di Perancis merubah sistem kekuasaan di Eropa
,1815-1870
:  Ameriksa serta Jepang mulai menanamkan kekuasaan kolonial
,1914-1918 : perang dunia I merubah sistem negara di
dunia
,1870-1930 : sejumlah negara di Eropa tumbuh dari 15
menjadi 35
,1918-1939 : munculnya kekuasaan Bholshewiks di Rusia,1939-1945 : perang dunia II,1945-kini : perkembangan kehidupan kenegaraan
menggantikan sitem kolonial modern.Per
timbangan
kekuatan dilakukan dengan hubungan antar bangsa. Dan dalam beberapa kasus 
merupakan upaya dua negara dalam kedudukan atau kapabilitas yang sama. 

BAB III
ILMU DAN SISTEM HUBUNGAN INTERNASIONAL
Kata
“Internasional” digunakan pertama kali oleh “Jeremi Bethan”pada abad
XVII.Hubungan Internasional merupakan suatu kegiatan manusia di mana manusia
berasal dari satu negara atau lebih baik secara individual,maupun
berkelompok,berinteraksi.Pada abad XX,diawali adanya Perang diseluruh
dunia,muncul dan berkembang secara meluas hubungan internasional sebagai
“disiplin ilmu”
.Menurut Rode,Calton Clyner ilmu hubungan internasional mencakup diplomasi,hukum
internasional,dan organisasi internasioanl.Ilmu hubungan Internasional
merupakan synthesa dari berbagai ilmu yang masing-masing memiliki tujuan
tersendiIlmu-ilmu yang menunjang hubungan antarbangsa yaitu:Geografi
dunia,gerakan pendidikan perdamaian,psikologi dan sosiologi hubungan
internasional,humaniora,serta biologi.Ilmu hubungan internasional bertujuan
membentuk warga negarayang baik,pemimpin yang berkwalitas,ketrampilan yang
tinggi dan pengetahuan yang mendalam tentang kemanusiaan.
Pendidikan
Internasional merupakan suatu ilmu yang menggambarkan sikap,pengetahuan,saling
pengertian,dan menerima masyarakat dunia ke dalam pola hidup manusia yang
beradab
.Sebagai suatu sistem dalam hubungan internasional
terdiri atas negara dan interaksinya baik yang ditangani pemerintah ataupun non
pemerintah serta lembaga swasta dan individu.Diplomasi merupakan keseluruhan
proses dari hubungan politik antarbangsa,orang yang melaksanakan tugas
diplomatik diluar negeri disebut diplomat.Kegiatan-kegiatan diplomatik dapat
ditempuh melalui : lembaga pemerintah,kementrian luar negeri dan misi
diplomatik.Istilah lama dari diplomat adalah “negotitor” yang dapat
diterjemahkan sebagai perunding
.Hukum Internasional adalah
suatu bentuk hukum yang berlaku antarnegara yang berdaulat dan antar kesatuan atau
badan-badan internasional lainnya.Tiga hal utama yang merupakan orientasi hukum
internasional pada masa sekarang ini adalah perang,perlakuan terhadap orang
asing serta hak asai.Ekonomi merupakan salah satu unsur kekuatan
bangsa.Hubungan Internasional tercipta melalui jalur ekonomi telah berlangsung
lama.Kegiatan politik dan ekonomi dipisahkan.Politik memusatkan perhatian pada
aspek keamana,sedangkan ekonomi memusatkan perhatian pada masalah
kemelaratan,perdagangan,termasuk ruang lingkup ekonomi.Ilmu hubungan
internasional dapat dikategorikan dalam ilmu yang sangat muda.Ilmu hubungan
internasional lahir bukan karena kebutuhan hajat tetapi karena kebutuhan
manusia akan perdamaian.Tokoh yang dianggap sebagai pelopor gerak masyarakat
adalah Herodotus(484-425 SM)
.Secara harfiah hubungan
internasional diartikan sebagai hubungan antarbangsa.Hubungan internasional
dalam arti hubungan global tidak sepenuhnya dapat disamakan dengan politik
internasional.Aspekpolitik dan aspek hukum merupakan dua aspek yang dominan
dari proses hubungan global.Gagasan yang mendasari “polis”dari Plato dan
Aristoteles menjadi politis justru karena dilengkapi oleh ketertiban,dan karena
itu didasarkan pada hukum.Politik Luar Negeri adalah keseluruhan penjalanan
keputusan suatu pemerintah untuk mengatur semua hubungannya dengan kalangan
luar negara.Politik Internasional mencakup kepentingan dan tindakan beberapa
atau semua negara serta proses interaksi dan organisasi sosial pada tingkat
pemerintah.Hubungan internasional tidak saja hanya menyangkut politik
internasional,melainkan mencakup bentuk hubungan yang nonpolitis antara
berbagai subjek yang tidak memegang monopoli kekuasaan yang terjadi dengan
negara.
BAB IV
SASARAN DAN SISTEM INTERNASIONAL
Tujuan dari
hubungan internasional adalah ter
capainya
perdamaian dunia.Perang merupakan cara singkat untuk memenuhi kebutuhan dari
suatu negara yang belum terpenuhi.Ilmu hubungan Internasional mempelajari pra
kondisi dari perdamaian dalam perkambangannya  terdapat dua pendekatan :
pendekatan ilmiah atau pendekatan analitis-kontemplatis, dan pendekatan
pseudo-ilmiah atau disebut pendekatan aplikatif.Berbagai Aliran Pemikiran
Mengenai Masalah Perdamaian Dunia.Kaum idealis menyatakan bahwa setiap banga
mempuyai kepentingan (interest) yang sama terhadap perdamaian, dan bahwa setiap
bangsa yang mengganggu perdamaian sekaligus telah bertingkah laku tidak
rasional dan tidak bermoral.Kesulitan yang dialami oleh kaum ideal
is,yaitu usahauntuk menegakkan perdamaian abadi dalam
negara dunia yang universal itu macet pada kesukaran dalam menerangkan apa
artinya perdamaian yang positif.
Aliran Kaum
Realisme sering dikaitkan dangan Machiavelli, yang memandang politik dan
sejarah politik sebagai siklus sebab dan akibat yang proses dapat dianalisa dan
dapat dimengerti, tetapi tidak mungkin dapat dipengaruhi dengan intelektual.
Aliran Neo-Realisme dari Edward Hallett CarrCarr berpendapat
bahwa pendekatan yang idealistis dan yang realistis haruslah bekerjasama. Usaha
Carr untuk memadukan kaum idealis da kaum Realis sebenarnya dapat dicapai pada
tingkat analisa yang lebih baik.Palemologi ad
alah
disiplin ilmu yang sangat muda, yang erupakan reaksi dari pemikir terhadap
meningkatnya perlombaan senjata dan disiplin ini lebih dekat denga idealis.
Perdamaian adalah absurd, apabila orang tidak dapat sepakat mengenai
substansinya. Konflik tidak hanya bersifat potensial , melainan dapat diamati
dalam semua dimensi kehidupan manusia : biologis, psikologis, ekonomis dan
sebagainya.

B. SISTEM INTERNASIONAL
Pendekatan
yang mengenai masalah hubungan Internasional yaitu: kumpulan dari suatu politik
yeng masing-masing adalah inde
penden dan ada interaksi dengan tingkat keteraturan tertentu.Kerangka analisa menrut
Holsti,yaitu
Holsti
mengemukakan lima aspek sebagai kerangka analisa, yaitu :Aspek pertama
ditentukan oleh batas geografis, kebudayaan maupun batas efektivitas dari suatu
sisten internasional
.Aspek kedua menyangkut ciri
dan bentuk dari satuan politik yang interaksinya membentuk suatu sistem internasional.
Aspek ketiga berkenaan dengan struktur dari interaksi internasionalAspek
keempat meliputi bentuk interaksi yang tidak terhitung jumlahnya, mulai dari
kooperasi yang luas sifatnya, sampai kepada perang total. Aspek kelima
merupakan jalinan dari kebiasaan, kaidah dan proses yang ditaati oleh
satuan-satuan politik yang terlibat dalam sistem.Sistem internasional itu harus
dilihat dari konsensus internasioanal dan kompromis sistmik yang berhasil
dicapai oleh satuan-satuan politik. satuan politik yang relevan bagi
pembicaraan mengenai hubungan internasional sejak pertengahan abad ke-17
hanyalah negara. Hal tersebut dikarenakan perjajjian Westlafia, yang
mengukuhkan empat unsur berdirinya suatu negara.
Sistem
internasional kini s
ecara mencolok ditentukan oleh lebih banyak aktor internasional
yang sering memperlihatkan kesenjangan ciri yang besar. Asas teritorial dan
kedaulatan politik atau paling sedikit kedaulatan ukum memang merupakan ciri
utama negara abad ke-20, tetapi mekanisme dan cara kerja kekuaaan nasional itu
bersifat aneka ragam, yang tidak lain adalah aspek sosial politik yang
merumuskan sebagai konsensus konstitusional.
BAB V
MASYARAKAT INTERNASIONAL
Heddley Bull meringkas pendekatan internasional
“tradisional”sbb: pendekatan masyarakat internasional berasal dari
“filsafat”,sejarah dan hukum.Inti pendekatan masyarakat internasional adalah
negara-negara dianggap sebagai organisasi manusia.Pendekatan masyarakat
Internasional ada 2 macam yaitu:kaum pluralis,yaitu menekankan pentingnya
kedaulatan negara.,yang kedua yaitu kaum solidaris yang menekankan pentingnya
individu sebagai anggota terpenting masyarakat.Pendekatan Masyarakat
Internasional menolak memilih antara optimisme kaum liberal pesimisme dan kaum
realis.
Inti pendekatan
Masyarakat Internasional adalah negara-negara dianggap sebagai organisasi
manusia. Pendekatan Masyarakat Internasional memandang politik dunia sebagai
dunia manusia seutuhnya.
Beberapa
kritisme besar dapat dibuat terhadap pendekatan Masyarakat Internasional pada HI. Pertama,
terdapat kritik kaum realis bahwa bukti dari norma internasional sebagai
penentu kebijakan dan perilaku negara adalah lemah atau tudak kuat. Kedua, terdapat kritik kaum liberal
bahwa tradisi Masyarakat Internasioanal mengabaikan politik domestik yaitu demokrasi
dan tidak dapat menjelaskan perubahan progresif dalam politik internasional.
Ketiga ,terdapat kritik EPI bahwa tradisi Masyarakat Internasional gagal memberikan
penjelasan tentang hubungan ekonomi internasioanal. Akhirnya, terdapat kritikan
solidaris yang muncul dari dalam tradisi Masyarakat Internasional.
BAB VI
EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL
Ekonomi adalah tentang
pencapaian kekayaan dan politik adalah tentang pencapaian kekuatan, keduanya
berinteraksi dengan cara yang rumit dan memusingkan (Gilpin, 1987). Hal ini
merupakan hubungan yang kompleks dalam konteks internasional  antara
politik dan ekonomi, antara negara dan pasar, yang merupakan inti dari EPI.
Beberapa politik internasional
seperta:Merkantilisme,Liberalisme,dan Marxisme.
Merkantilisme adalah pandangan dunia tentang elit-elit
politik yang berada pada garis  depan pembangunan negara modern
.Adam smith, baapak liberalisme ekonomi, yakni bahwa
pasar cenderung meluas secara spontan demi kepuasan kebutuhan manusia
menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh ikut  campur, campur tangan
politik dan peraturan negara, sebaliknya, tidak ekonomis, kemunduran, dan dapat
menyebabkan konflik.Kaum ekonomi liberal berpendapat bahwa perekonomian 
pasar merupakan suatu wilayah otonom dari masyarakat yang berjalan menurut
hukum ekonominya sendiri
.Panadangan kaum marxis
tersebut disebut “materialisme”. Hal ini didasarkan pada pernyataan bahwa
aktivitas inti dalam masyarakat manapun hirau dengan cara-cara bagaimana
manusia mengahasilkan alat-alat eksistensinya. Produksi ekonomi adalah dasar
bagi semua aktivitas manusia lainnya, termasuk politik.Teori stabilitas
hegemonik tidak murni merkantilime menjadi penting untu
k didiskusikan, sebab jika hal ini benar, kita harus
berharap hubungan ekonomi internasional yang liberal tergantung pada kehadiran
suatu kekuatan dominin liberal, suatu hegemon. Perekonomian ekonomi liberal
juga disebut publik atau kolektif, yatu barang atau jasa, yang sekali
dialirkan, menciptakan keuntungan bagi setiap orang.Liberalisme, marxisme, dan
merkantilime masing-masing telah menunjukan aspek penting hubungan ekonomi dan
politik. Mereka juga membuka kelemahan-kelemahan tertentu : mereka tidak dapat
berdiri sendiri. Fenomena globalisasi telah mendapatkan perhatian yang sangat
besar dari EPI. Perdebatan tentang globalisasi ekonomi memang tidaklah mudah.
BAB VII
KEKUATAN NASIONAL DAN POLA HUBUNGAN INTERNASIONAL
Kekuatan
nasional ad
alah penting untuk mendukung penyelenggaraan politik
luar negeri dalam menegakkan kepentingan nasional dan mempertahankan eksistensi
negara.Sesuai dengan unsur dasar negara,kekuatan nasional pada unsur
rakyat,pemerintah,dan wilayah.Rakyat merupakan unsur utama dari kekuatan
nasional.Aspek utama yang relevan bagi konsep kekuatan nasional ad
alah aspek kualitatif dan aspek kuantitatif.Aspek
Kuantitatif meliputi jumlah penduduk,sedangkan aspek kualitatif meliputi mutu
penduduk.Pemerintah pada dasarnya adalah organisasi.Tanpa pemerintah unsur
rakyat dan wilayah tidak dapat menjadi negara.Sistem pemerintahan ada 2 yaitu
representaif demokratis yang artinya memerlukan dukungan rakyat untuk
memerintah dan otoriter-totaliter,maksudnya tidak mementingkan pendapat rakyat
.Wilayah adalah unsur negara yang paling stabil,selama
wilayah itu dapat dipertahankan oleh pemerintah dan rakyat yang memiliki dan
menguasainya. Manusia merupakan faktor yang paling menentukan dalam membangun
dan memantapkan kekuatan nasional.
Faktor
utama yang dapat disebut adalah situasi geografis,ideologis,kepentingan
ekonomi,dan streotip nasional.
BAB
VIII
DIPLOMASI
Diplomasi
merupakan perangkat terwujudnya proses-proses interaksi yang memberikan dasar
bagi tindakan lebih lanjut bagi suatu negara bangsa internasional. Diplomasi
adalah peramgkat terwujudnya proses-proses interaksi yang memberikan dasar bagi
tindakan lebih lanjut bagi suatu negara bangsa.
Diplomasi
telah mengalami perkembangan sejak masa kerajaan-kerajaan diberbagai wilayah
dunia dengan karakteristiknya masing-masing.
Ada
beberapa faktor yang menbantu kemunculan Diplomasi Baru menggantikan Diplomasi
Lama:
  1. kebangkitan
    Rusia sosialis
  2. munculnya AS
    dipolitik dunia dan keikutsertaan negara-negara Amerika Latin dalam
    kehidupan internasional
  3. kebangkitan
    Asia dan masuknya negara-negara dalam pergaulan internasional
  4. perkembangan
    sistem ekonomi
    .
BAB IX
ORGANISASI ANTAR BANGSA
           
Hubungan antarbangsa atau hubungan internasional membawa dampak tidak hanya
keharmonisan melainkan konflik atau perang.Organisasi Internasional merupakan
lembaga dunia yang secara sadar dibentuk untuk mencapai sasaran
tertentu.Fungsinya untuk mencari jalan keluar untuk memudahkan
kerjasama.Organisasi Internasional muncul di Eropa  pada abad XIX.Kemudian
pada tahun 1815 diadakan kongres Winna,Kongres ini mempunyai kedudukan yang
sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan organisasi dunia
selanjutnya.Masing-masing organisasi memiliki sejarah dan perkembangannya
sendiri.Penggolongan klasifikasi dapat dibuat dengan bertitik tolak pada tiga
kriteria yaitu:Keanggotaan
,Klasifikasi berdasarkan
Lingkup Kawasan Geografis
,danKlasifikasi atas
Landasn Fungsi
.Organisasi Internasional berstatus sebagai wadah
pemersatu dan pemecah masalah, subyek hukum internasional,alat paksa agar
kaedah hukum ditaati dan memperluas kaedah hukum internasional.Setelah perang
dunia kedua maka maka muncullah organisasi antar bangsa yang disebut PBB
.Munculnya organisasi ini tidak instan begitu saja,tetapi melalui
langkah-langkah sbb
:Atlanthic Charter 1 Januari 1942,Moscow Declaration 30 okt 1943,Dumbarton Oaks Proposal,Konperensi Yalta,Konperensi San Fransisco.Tujuan dasar dibentuk PBB tercantum dalam
mukadimah,yaitu:
a.      
Menyelamatkan generasi mendatang dari bahaya kekejaman
perang
b.     
Memperkuat kepercayaan akan HAM dan hidup yang
layak,kesamaan gender
c.      
Meningkatkan kemajuan sosial dan standar hidup yang
lebih baik
B.3      Tujuan PBB
a.      
Menciptakan satu pusat yang menyelaraskan kegiatan
bangsa-bangsa untuk mencapai tujuan bersama
b.     
Menciptakan kerjasama dalam menyelesaikan
masalah-masalah internasional yang menyankut bidang sosial,ekonomi,budaya,serta
kemanusiaan
c.      
Mengembangkan rasa persaudaraan antarbangsa.
B.4      Keanggotaan PBB
           
Keanggotaan PBB diatur dalam Pasal 3,4,5,6.Anggota asli sebanyak 51
negara,setelah ditambah Polandia.Kriteria untuk diterima sebagai anggota PBB
adalah cinta damai,menerima dan mampu memenuhi kewajiban yang terdapat dalam
pasal 4.
B.5      Badan Kelengkapan
PBB
           
Badan kelengkapan PBB seperti
Majelis Umum sebagai Badan Legislatip,Badan eksekutip meliputi dewan
keamanan,dewan ekonomi sosial,dan Dewan perwalian.
B.6      Dewan Keamanan
Dewan Ekonomi Social (The Economic and Social Council)
Dewan Perwalian
Mahkamah Internasional
Sekretariat PBB
C.       
Perserikatan Bangsa Bangsa dan Indonesia
1.     
Sengketa Indonesia Belanda (UNCI)
Masuknya NICA ke Indonesia menimbulkan bentrokan bersenjata yang menelan
banyak korbanSuasana keruh yang dialami Indonesia melibatkan oragnisasi PBB
dalam menanggulanginya.
2.     
PBB dalam masalah Irian Barat (UNTEA)
Setelah proklamasi kemerdekaan,Irian Barat tidak diserahkan ke
Indonesia,tetapi berusaha menjadikannya sebagai propinsi disebrang lautan.Pada
tahun 1953 Belanda mulai memperkuat pertahanannya dengan pembubaran Uni
Indonesia Belanda .Akhirnya Presiden Soekarno dengan TRIKORA yang berisi:
1.Kibarkan sang merah-putih di Irian Barat
2.Menggagalkan negara Papua
3.Mobilisasi Umum
Akhirnya pada 1 Mei 1963 Irian Barat kembali
kepangkuan Republik Indonesia
3.     
PBB dalam masalah Timor-timur
Waktu Timor timur telah menyatu di dalam wilayah RI,portugis datang dan
berniat menjajah Timor timur dan berusaha memisahkan wilayah tsb dari RI.PBB
membantu masalah ini,dn akhirnya berkat bantuan PBB Timor timur lepas dari
Indonesia.
BAB X
                       
PERAN INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL
A.Bidang Politik dan Keamanan
           
Globalisasi di bidang politik
akan menumbuhkan kesadaran-kesadarn bangsa-bangsa di dunia sebagai warga dunia
yang memiliki tanggungjawab bersama bagi kelangsungan hidup di bumi.Usaha nyata
pemerintah dalam penyelesaian politik global yaitu:
1.      Indonesia Menjadi Anggota
Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB
2.      Pengiriman Kontingen Garuda
3.      Peran Indonesia Dalam
Menyelesaikan Pilitik internasional
a.      Konflik di Timur Tengah
b.      Krisis di Myanmar
c.       Peran Indonesia dalam
Penaggulangan Terorisme
B.Bidang Ekonomi
           
Hubungan-hubungan ekonomi
antarnegara telah memegang peranan yang sangat penting dalam membangun
globalisasi.
1.      Perdagangan Bebas
Dengan ditandatangani kesepakatan antarnegara dalam perdagangan dunia,maka
sudah tidak ada ikatan lagi antara batas suatu negara.Perdagangan Bebas
dibedakan menjadi 2 yaitu:
a.      
Perdagangan Bebas Tingkat
Global
b.     
Perdagangan Bebas Tingkat
Regional
C.Bidang Kebudayaan
           
Akibat kemajuan teknologi Arus komunikasi serta
komunikasi yang mudah dan mudahnya dalam mengakses
berbagai hal yang ada, Dengan adanya westernisasi, kebudayaan bara lebih
mendominasi kebudayaan global. Budaya global terdiri dari kebudayaan yang
terdiri dari semua kebudayaan yang ada di seluruh dunia.
D. BIDANG
LINGKUNGAN HIDUP
Untuk
menjaga kelestarian hidup adalah kewajiban dari seluruh masyarakat yang ada di
belahan bumi, tidak eduli ia berasal dari negara maju, negara berkembang,
ataupun negara miskin. Banyak sekali kerusakan-kerusakan yang terjadi di dunia,
salah satunya adalah hutan. Di Indonesia merupakan pemasok udara terbesar di
dunia. Maka indonesia turut berperan dalam lingkungan hidup dunia. Negara
Indonesia aktif dalam pembahasan mengenai perubahan iklim dan dampaknya bagi
masyarakat global.
Keterlibatan bangsa Indonesia dalam pergaulan membawa dampak positif dan
dampak negatif.
a.       Dampak Positif
1.     
Masyarakat Indonesia menjadi
makin maju
2.     
Kebudayaan Indonesia makin
maju
3.     
Meningkatkan kepercayaan dunia
Internasional
4.     
Etos kerja masyarakat
Indonesia meningkat
5.     
Berdirinya perusahaan asing di
Indonesia
b.      Dampak negatif
1.     
Berlangsungnya Neokolonialisme
2.     
Lapangan kerja makin sempit
3.     
Terkikisnya nilai-nilai
kebersamaan
4.     
Berkembangnya pola hidup
konsumtif
5.     
Memicu ketergantungan terhadap
negara maju
Kelebihan Buku
Buku ini bahasa mudah dipahami,penyampaian materinya luas,sehingga
pemahaman mengenai hubungan internasional cukup paham.
Buku ini merupakan buku pegangan yang cukup
lengkap.Susunan dari setiap materi, dari setiap bab per bab lumayan runtut dan
baik. Buku Hubungan Internasional dalam Perspektif Sejarah ini merupakan buku
referensi yang baik untuk di jadikan bahan acuan.
Buku ini bahasa mudah dipahami,penyampaian
materinya luas,sehingga pemahaman mengenai hubungan internasional cukup paham.
Kelemahan Buku
Setiap ada
kebihan pasti ada kelemahan, “tak ada gading yang tak retak”. Dalam buku ini
sedikit membingungkan dalam bahan pembahasan, walaupun sudah menggunakan bahasa
yang mudah dicerna tapi dalam meresapi materi yang ada dalam buku.
Buku ini juga banyak menggunakan
istilah-istilah yang sedikit ilmiah,tetapi tidak ada penjelasannya,misalnya
kata synthesa,sehingga untuk memahaminya agak kesulitan,
Bahkan harus membaca berkali-kali untuk mengerti
maksud buku ini. Namun pada dasarnya bukunya buku ini layak untuk dibaca, saya
menyarankan.
Sumber:
Subagyo.
2010. HUBUNGAN INTERNASIONAL Dalam
Perspektif Sejarah
. Semarang: Widya Karya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *