Kebudayaan India Purba, Kebudayaan Hubungan dengan Peradaban Barat

Harappa
dan Mohenjodaro di sekitar masa 2.300SM. Letak pusat kebudayaan lembah indus
tepatnya di daerah perbukitan Baluchistan, yang menghasilkan kebudayaan Nal
dengan pantai Makran hingga sisi barat delta indus, yang menghasilkan
kebudayaan Kulli. Harappa dan Mohenjodaro berjarak kurang lebih 800 km, dan
kebanyakan tempat terletak di spenjang aliran sungai indus sampai ke Hyderabad
sekarang, yaitu sekitar 200 km ke selatan di Baluchistan dan Makran 300 km ke
sebelah barat dan sampai ke utara Rupar pada sungai Sutlej di kaki bukit Simla.
Dalam penggalian terbaru telah dapat ditemukan sejumlah kota. Yang dimaksud
lembah sungai Gangga yaitu daerah yang berada diantara dua sungai Yamuna hingga
Gangga dan dikenal pula daerah tersebut dengan nama lembah doab yang berarti
dua aliran sungai. Jenis peninggalan yang didapat di sana antara lain kapak
genggam dari batu serta berbagai pecahan barang-barang tembikar. Secara logis
dapatlah difahami kalau dari lembah gangga ini kemudian kebudayaan bergerak ke
arah timur, yaitu ke Benggala serta kemudian rissa yang merupakan daerah
perpantaian timur di India. 


Ciri khas kebudayaan india selatan ini berupa
kebudayaan batu besar megalitikum di wilayah megalitikum india selatan ini
misalnya terdapat di daerah Hyderabad sekarang yang masuk dalam kawasan
dekkan,tersebar ke selatan sampai daerah godawari. Pengetahuan kita mengenai
bangsa indo-arya berasal dari kitab-kitab veda, yang ternyata nantinya tidak
hanya ada satu saja veda. Ada tiga perubahan veda yaitu
reg-veda,sama-veda,yajur-veda. Bangsa indo arya itu mendiami kawasan di sebelah
timur sungai indus,diantara sungai Sutlej dan Yamuna dan daerah itu lebih
dikenal dengan brahmanavatara atau aryavatara. Kebiasaan bangsa arya biasanya
sudah terdapat dalam kitab veda,di dalamnya sudah ada kebiasaan-kebiasaan
tentang bangsa arya sendiri. Di setiap bagian kitab selalu membahas tentang
kebiasaan bangsa arya. Agama bangsa arya terdiri dari penyembahan pada
dewa,dewa cahaya adalah kepala dewanya. Ada hal-hal yang menarik bila kita
bandingkan antar kepercayaan akan dewa di yunani dengan yang diajarkan oleh
veda. 

Bila di yunani dewa digambarkan seperti manusia,makan,minum,perang dan
sebagainya namun dewa-dewa tidak pernah digambarkan dalam wujud manusia
berdasarkan veda. Mengenai kehidupan orang-orang indo-arya setelah masa veda
dapat diketahui dari kesusteraan wiracarita india, yang menggambarkan peranan
kaum kstaria yang besar dalam proses aryanisasi india. Ketika masa penciptaan
veda yang memakan waktu lama telah berakhir, sejumlah keterangan lebih lanjut
dalam bentuk prosa yang disebut brahmana ditambahkan. Seperti aranyaka(kitab
hutan) dan upasishad, yang merupakan hasil kerja teosofi yang berisi renungan
mistik bagi para murid agama lanjutan. Baik wedanta maupun samkya keduanya
adalah nama-nama filsafat dan pandangan 
hidup orang-orang indo-arya. Keduanya mempunyai perbedaan,tepatnya
mengenai ruh kehidupan. Di dalam abad 6SM proses pembaharuan dalam bidang
keagamaan terus berlangsung dan terus berlanjut tidak hanya sekedar perombakan
kecil-kecilan yang masih dalam kerangka berfikir lama yang berpusat pada ajaran
veda. Kemudian muncul dua orang pembaharu agama yang besar yaitu Buda Gautama
dan Vardamana Mahavira yang keduanya mempunyai banyak persamaan, meskipun di
sana-sini terdapat pula kekhususan dalam pemikiran falsafatnya. Sementara
budisme mencapai tingkat agama dunia, sedangkan jainisime hanya di india saja
sampai sekarang. 

Secara tepat yang dimaksud dengan hinduisme ialah bentuk
keyakinan hidup yang bermula dari ajaran veda, yang karena perkembangan sejarah
para pemeluknya telah mengalami perubahan sebagai perpaduan antara brahmanisme
yang berdasarkan veda dengan budisme maupun jainisme. Satu-satunya aliran yang
mendapat kemajuan sehingga berkembang dengan pesat dalam masa gupta ialah
visnava atau aliran agama yang memuja wisnu sebagai dewa paling utama. Dan
dalam menjalankan fungsinya sebagai dewa memelihara jagad raya, wisnu mempunyai
kemampuan untuk menjelmakan diri ke dalam berbagai macam bentuk makhluk.
Pemujaan atas dewa yang mempunyai pengikut paling banyak nomer dua adalah
pemujaan atas dewa syiwa, yang nampaknya muncul dari pemujaan atas dewa rudra
yang kejam dari zaman veda. Dialah sang maut dan dialah sang waktu(mahakala).
Pemujaan ini dalam bentuk pemujaan terhadap tokoh dewi atau mothergoddes.
Menurut ajaran Hindhu hidup dalam jagad raya ini terdiri dari rangkaian
lingkaran kehidupan. Lingkaran yang paling kecil yang merupakan lingkaran asar
dari kehidupan manusia ialah kalpa yang dikenal sebagai hari Brahmana dan
berlangsung 4.320 juta tahun bumi. Malam juga berlangsung sama panjang. Dan
menurut perhitungan maka lama satu tahun Brahma adalah 360 kali satu tahun
bumi. Dalam pada itu lingkaran terbesar yang dialami oleh jagad raya ialah
selama 311.040.000 juta tahu. Setelah jagad raya menempuh seluruh rangkaian
lingkaran tadi, jagad raya akan kembali ke ruh dunia, sampai dewata
mengembangkan kembali ke jagad raya. Orang-orang lembah Punjab yang merupakan
pendukung kebudayaan Harappa dan mohenjadaro pada umumnya tidak dipandang
sebagai bangsa india oleh orang-orang dari masyarakat arya. Namun bagaimana pun
tidak dapat disangsikan bahwa bangsa pendukung kebudayaan non arya itu telah
menjalin hubungan dengan orang-orang Persia. Proses perluasaan kerajaan Persia
diteruskan ke sebelah timur mendekati lembah indus. Dalam tahun 334SM, setelah
mengembara ke mesir dan mengabadikan namanya dalam bentuk kota bernama
Iskandariah di sana,pasukan iskanda dari Macedonia bergerak ke timur untuk
menaklukan Persia. Dari sana selanjutnya iskandar melanjutkan untuk memasuki
kota Baikh, di mana dia menyaksikan berbagai kebiasaan yang dianggap aneh
bahkan mengerikan. Kemusnahan iskandar karena seorang pemuda bernama
Chandragupta. Ciri utama yang tampak berkenaan dengan sejarah kawasan india
sebelah utara dalam abad ke 7SM ialah timbulnya perluasan kerajaan yang
berakibat pada makin susutnya kekuasaan kerajaan-kerajaan kecil. Ada dua
kerajaan terpenting pada saat itu yaitu Magadha, di sebelah selatan Bihar dan
Kosala dekat Oudh. Dan pada suatu waktu di tahun 322SM dia bersama pasukannya
kembali ke Magadha, langsung menggulingkan kekuasaan Raja Nanda setelah
menduduki Pataliputraupta. Sebetulnya gagasan tersebut sudah tersurat dalam kitab
Kautilyarthasastra, yang dipercaya sebagai tulisan pendeta Chanakya yang juga
bernama Kautilya atau Vishnugupta. Pemerintahan Chandragupta juga menarik
perhatlan penulis Megastenes, yang dalam laporannya menyatakan bahwa
pemerintahan dibagi menjadi tiga propinsi. Selanjutnya, Megastenes juga
menceritakan mengenai kehidupan keagamaan maupun pandangan falsafah bangsa
india. Dalam banyak hal banyak kesamaan diantara ajaran Hindu dengan ajaran
agama Yunani. Antara lain kita mengetahui bahwa dalam tahun 261SM Asyoka
bertekad untuk membulatkan kerajaannya dengan jalan menaklukkan Kalingga atau
Orissa yang merupakan sebuah negara yang masih tersisa yang masih dikuasai
merdeka belum dikuasai oleh negara lain. Kita tidak dapat kepastian apakah misi
agama ke daerah pengaruh yunani di kawasan barat berhasil atau tidak, akan
tetapi misi yang dilancarkan ke Sri Langka telah berhasil menakjubkan. Asokalah
raja pertama di dunia yang terang-terangan mengutuk peperangan sebagai politik
yang kejam, karena itu kemudian dia memasuki biara untuk hidup sebagai pertapa.
Berabad-abad kemudian, ketika seorang kelana bangsa Tionghoa bernama Fa Hien
datang ke india dan mengamati reruntuhan bekas istana Asoka yang termasyhur
itu, dia tidak dapat menyembunyikan kekagumannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *