Ciri, Fungsi dan Tempat Penemuan Sarkofagus

Sarkofagus merupakan sebuah tempat untuk menyimpan jenazah berbentuk seperti lesung namun memiliki tutup. Sarkofagus biasanya selalu disimpan di atas permukaan tanah dan selalu dihias, diukir dan dibuat dengan sangat cermat dan teliti.

Sarkofagus difungsikan sebagai perlindungan untuk mumi dari keluarga kerajaan dan terkadang dipahat menggunakan alabaster pada zaman Mesir kuno. Sarkofagus biasanya terbuat dari batu kapur dan logam, serta biasa digunakan beberapa orang Romawi hingga munculnya ajaran Nasrani atau Kristen yang mewajibkan mayat untuk dikubur dalam tanah. Bahkan, Indonesia memiliki tradisi membuat sarkofagus dari batu telah dikenal dalam tradisi megalitik alias masih hidup dan biasa ditemukan di Jawa, Sumba, Tapanuli dan Minahasa.

Sarkofagus menjadi sebuah peninggalan bersejarah pada zaman megalitikum dan berguna sebagai keranda yang terbuat dari batu cukup besar berbentuk palung atau lesung dengan tutup di atasnya. Selain itu, fungsi utama sarkofagus pada masanya adalah sebagai dolmen atau kubur batu, serta peninggalan penting tersebut berada di beberapa lokasi tertentu seperti Bondowoso, serta mempunyai situs bersejarah lainnya seperti menhir, arca, batu susu dan plumping yang bisa ditemukan di kawasan yang sama mencapai 1000 lebih situs prasejarah.

Ciri-ciri sarkofagus adalah sebuah keranda atau peti mayat yang terbuat dari batu. Pada umumnya, bagian dalam sarkofagus terdapat jenazah atau mayat berupa kapal persegi, periuk, perhiasan serta beberapa benda yang terbuat dari besi maupun perunggu. Lokasi penemuan sarkofagus umumnya mendominasi pulau Jawa dan sekitarnya karena jumlah situs prasejarah yang sangat banyak dan bisa diakses siapa saja yang berada di kawasan Jawa Tengah dan Timur, sedangkan Bali dikenal sebagai salah satu tempat penemuan sarkofagus lainnya di tanah air.

Bagi masyarakat Bali, Sarkofagus biasanya mempunyai kekuatas gaib dan banyak orang selalu mengaitkannya dengan hal-hal menyeramkan. Bahkan, tidak bisa dipungkiri bahwa pendapat yang berasal dari beberapa ahli bahwa sarkofagus yang dikenal seluruh masyarakat Bali dan sekitarnya sudah muncul sejak zaman logam. Oleh sebab itu, bisa dipastikan bahwa keberadaan situs bersejarah ini sangat penting untuk dijaga karena fungsi utamanya sangat berkaitan dengan jiwa maupun raga seseorang yang telah tiada.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *