Isi Prasasti Kebon Kopi I dan Penjelasannya

Prasasti Kebon Kopi I atau Prasasti Tapak Gajah mempunyai nama demikian untuk membedakannya dengan Prasasti Kebon Kopi II dimana keberadaannya mempunyai pahatan menyerupai telapak kaki gajah di atasnya yang merupakan sebuah peninggalan pada masa Kerajaan Tarumanegara. Selain itu, prasasti tersebut menunjukkan ukiran tapak kaki gajah dan diperkirakan sebagai tunggangan raja Purnawarman, serta disamakan bersama wahana Dewa Indra yang merupakan gajah Airawata pada masa kerajaan tersebut.

Secara umum, prasasti Kebon Kopi I berada di sekitar Kampung Muara dan tepatnya di kawasan Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Prasasti tersebut ditemukan pada abad ke-19 saat penebangan hutan untuk perkebunan kopi, sedangkan penemuannya diberi nama Prasasti Kebon Kopi I dan keberadaannya masih berada tepat pertama kali ia ditemukan. Wilayah tersebut adalah daerah pertemuan antar tiga sungai, yaknu Sungai Cianten di barat, Sungai Ciaruteun di selatan, Sungai Cisadane di timur serta muara sungai Cisadane yang bertemu dengan Sungai Cianten di sebelah utara.

Hal penting yang harus anda ketahui adalah prasasti tersebut dipahat di atas batu datar yang terbuat dari andesit berwarna coklat yang ukurannya cukup besar, yakni lebarnya mencapai 104 cm dan 164 cm dengan tinggi sekitar 69 cm. Sementara itu, permukaan batunya dipahat sepasang telapak kaki gajah yang mengapit sebaris dengan tulisan dalam bahasa Sansakerta dengan huruf Palawa, sedangkan tulisannya dikabarkan sudah diterjemahkan dan mempunyai arti tersendiri yang membuat siapapun penasaran untuk mengetahuinya.

Sejarah mengenai prasasti kebon kopi I tentunya menarik untuk diketahui karena keberadaannya pertama kali ditemukan pada tahun 1863 oleh seorang pemilik perkebunan kopi yang berada di kawasan Bultenzong, yang kini disebut sebagai Bogor bernama Jonathan Rig dan ia melaporkan hasil penemuannya kepada Museum Nasional Indonesia yang dulu bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen di Jakarta atau Batavia, sedangkan penemuan tersebut membuat prasasti ini diberi nama Prasasti Kebon Kopi.

Prasasti Kebon Kopi ditulis dalam bahasa Sansakerta dengan menggunakan huruf Pallawa dan disusun ke dalam bentuk seloka dan diapit dengan sepasang pahatan menyerupai telapak kaki gajah. Teks yang tercantum adalah “jayavisalasya Tarumendrasya hastinah. Airwayatachasya vibhatidam, padadvayam,” dan artinya adalah “disini terlihat gambar sepasang telapak kaki seperti Airawata, gajah penguasa Taruma yang agung dalam.. kejayaan,” yang mana Prasasti Kebon Kopi ini bisa dilihat secara langsung di Museum Sejarah Jakarta.

Isi Prasasti Kebon Kopi I
Dua kaki pada prasasti Kebon Kopi I disamakan dengan tapak kaki gajah Airawati (gajah kendaraan Dewa Wisnu).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *