Rahmad Ardiansyah Guru Sejarah di SMAN 13 Semarang sekaligus penghobi blog

Jumeri, Ka. Disdikbud Jateng Meminta Guru Mengkaji Pembelajaran Daring, Ini Solusinya !!!

Penyebaran Covid-19 semakin meresahkan berbagai pihak, tak terkecuali pada bidang pendidikan. Kebijakan #belajardirumah pun diambil pihak pemprov Jateng dengan meliburkan pembelajaran yang hingga postingan ini dishare libur akan diperpanjang hingga 30 April 2020. Namun siswa tidak serta merta libur tanpa adanya kegiatan pembelajaran, siswa juga dituntut untuk melakukan pembelajaran daring dengan guru terkait.

Pembelajaran daring yang dilakukan guru – guru bervariasi dan kebanyakan memberikan tugas. Bayangkan satu guru memberi satu tugas sedangkan dalam satu jenjang di SMA saja ada 16 mapel. Imbas dari #belajardirumah dirasakan siswa. Banyak siswa mengeluh mengenai tugas yang diberikan oleh guru terlalu berat. Keluhan ini pun ditanggapi bapak Jumeri selaku kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Bapak Jumeri mengeluarkan anjuran kepada para guru untuk tidak memberikan tugas yang memberatkan siswa. Seperti inilah isi perintah bapak Jumeri

Dari perintah tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa adanya anjuran untuk tidak memberatkan siswa dalam hal pembelajaran yang boros data internet dan penggunaan peralatan untuk melakukan pembelajaran. Jika saya simpulkan kurang lebih dari data internet saja sebagai contoh guru memberikan instruksi untuk membuat resensi dari satu video youtube. Menonton youtube dengan durasi yang cukup lama akan memberatkan siswa terutama siswa dari kalangan yang tidak mampu. Itu dari satu guru, kalau dari banyak guru? Inilah yang mungkin menjadi keresahan orang tua siswa dan siswanya sendiri.

Permasalahan kedua adalah mengenai keterbatasan perangkat. Saya selaku guru di salah satu sekolah di Kota Semarang masih sering mendengar ada guru yang meminta tugas untuk membuat tulisan berbasi word kepada siswa. Kita tidak bisa pukul rata semua siswa mampu, ada juga yang tidak memiliki laptop, bisa ke warnet tetapi sekarang sedang musim penyebaran virus covid-19. Penugasan seperti ini terbilang memberatkan siswa, maka dari itu hindari penugasan tersebut.

Solusi
Banyak variasi yang dilakukan guru – guru dalam mengadapi permasalahan #beajardirumah ini. Saya kira guru saat ini sudah banyak yang kreatif. Beberapa sudah menerapkan penggunaan aplikasi teleconference seperti zoom maupun ig live, menggunakan kelas online seperti google classroom, edmodo maupun schoology, atau juga memberi bahan evaluasi seperti menggunakan google form maupun quizizz. Semua sah – sah saja diberikan kepada siswa asalkan sesuai dengan perintah yang diberikan oleh bapak Jumeri.

Berikut ini adalah beberapa alternatif pembelajaran online yang hemat data dan saya kira tidak memberatkan siswa

  • Insta Learning
    Beberapa kali saya melihat teman saya menggunakan metode ini. Metode ini menggunakan instagram sebagai media untuk penyampaian materi. Teknisnya guru membuat story mengenai materi yang diajarkan sebagai penyampaian materi kepada siswa
  • Quizizz
    Untuk metode quizizz ini sudah saya praktekkan dan memang siswa lebih tertarik. Sebelumnya bapak ibu bisa baca di postingan saya mengenai Quizizz disini. Teknis dari pembelajaran ini adalah siswa diminta belajar mandiri dengan buku pegangan masing – masing, selanjutnya guru mengirim link Quizizz sebagai bukti bahwa siswa telah belajar mandiri.
  • Google Form
    Sebelumnya saya sudah pernah menggunakan google form dengan soal uraian dan pilihan ganda. Namun saya kira ada beberapa kekurangan dari google form. Google Form untuk soal uraian memungkinkan siswa untuk copy paste di internet. Untuk kuis di google form belum support timing jadi siswa bisa bekerjasama untuk pengerjaan. Saya lebih merekomendasikan memakai quizizz daripada Google Form.
  • Google Classroom
    Google Classroom sudah pernah saya bahas disini. Penggunaan Google Classroom menurut saya lebih praktis daripada menggunakan WA.

Sekian untuk pembahasan kali ini. Apabila ada yang mau menambahkan silahkan komentar dibawah.

Nilai artikel ini

Rata - rata 0 / 5. Total voting 0

Jadilah orang pertama yang memvoting

Rahmad Ardiansyah Guru Sejarah di SMAN 13 Semarang sekaligus penghobi blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *