Museum Kota Lama Semarang

Rahmad Ardiansyah

Museum Kota Lama Semarang terletak Jl. Cendrawasih No. 1A, Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang tepatnya di Bundaran Bubakan. Sebelum berdiri Museum Kota Lama Semarang, di tempat ini berdiri bangunan air mancur yang selanjutnya di revitalisasi menjadi museum sejarah.  Untuk masuk ke Museum Kota Semarang tidak dipungut biaya namun diharuskan memesan tiket terlebih dahulu secara online di aplikasi Lunpia yang tersedia di Appstore maupun Playstore.

Pengunjung yang datang ke Museum Kota Lama Semarang dibatasi 30 orang persesi dengan durasi waktu selama 45 menit tiap sesi. Jam operasional museum adalah dari 09.00 hingga 15.00. Sebelum masuk ke museum akan diperiksa tiket dan melakukan scan aplikasi pedulilindungi.

Museum Kota Lama Semarang Bertema Teknologi

Museum Kota Lama Semarang menampilkan sejarah masa lalu Kota Semarang dan memamerkan benda – benda peninggalan masa kolonial Belanda sejak tahun 1547. Untuk menjelaskan sejarah Semarang masa lampau ditampilkan melalui layar 3D yang seakan – akan membawa pengunjung ke dalam dunia virtual secara langsung dan merasakan Semarang tempo dulu.

Museum Kota Lama Semarang terdapat tiga ruangan yang menjelaskan masing – masing masa. Pada halaman recepsionis dijelaskan bagaimana aturan di Museum Kota Lama Semarang dan akan dipandu oleh satu guide dari pihak museum. Pada sesi ini diperlihatkan tampilan bapak Hendra Prihadi selaku Wali Kota Semarang yang meresmikan museum. Ruangan pertama berisi penampilan 3D sejarah awal Kota Semarang yang masih berupa dataran aluvial dengan wilayah Sam Poo Kong dan Bergota sebagai bibir pantai.

Dijelaskan pula menyandarnya Cheng Ho yang mendirikan bagunan yang sekarang kita kenal sebagai Sam Poo Kong. Penjelasan berlanjut dari masa Kerajaan Demak, Mataram hingga masuknya pengaruh Kolonial Belanda. Berdirinya Kota Lama tidak lepas dari pengaruh konflik Mataram dan Trunojoyo yang terjadi pada tahun 1670-an dan VOC yang memberi bantuan kepada Mataram. Kalahnya Trunojoyo membuat VOC diberi wilayah pantai di Semarang dan berdirilah Kota Lama Semarang.

Perjalanan berlanjut ke ruangan kedua yang berisi timeline sejarah kolonial VOC di Semarang. Pada sesi ini dijelaskan VOC mengembangkan kereta dan menjadi pembahasan utama dari museum ini. Pada sesi akhir diperlihatkan bekas gaangan kapal yang terletak di bawah museum dan dilindungi kaca.

Bagikan:

Tags

Rahmad Ardiansyah

Perkenalkan, saya Rahmad Ardiansyah, S.Pd. Guru lulusan pendidikan sejarah Universitas Negeri Semarang. Sejak menjadi pelajar saya hobi terkait IT terkhusus pengelolaan blog. Selain mengelola website Idsejarah.net, saya juga menjadi admin web mgmpsejarahsmg.or.id, admin web sma13smg.sch.id sekaligus menjadi salah satu penulis LKS di Modul Pembelajaran MGMP Sejarah SMA Kota Semarang. Saat ini saya sedang menjalankan program Calon Guru Penggerak angkatan 10. Projek web Idsejarah.net saya harapkan akan menjadi media untuk mempermudah guru sejarah dalam mengakses artikel, video, dan media pembelajaran terkait pembelajaran sejarah. Website ini akan terus dikelola dan dikembangkan agar semakin lengkap. Kedepannya besar harapan saya untuk mengembangkan aplikasi android untuk guru sejarah. Selain mengelola website, saya juga aktif mengelola channel Youtube Idsejarah sebagai media berekspresi platform video online.

Leave a Comment

Bantu kami untuk lebih berkembang dengan subcribe channel youtube idsejarah