Archives

Month: October 2014

Resume Buku Sejarah Ekonomi Sosiologis Indonesia (Peter Berger)

BAB I Indonesia Sebelum Tahun 1500 1. Perdagangan di Asia dizaman Kuno Semenjak zaman purbakala, Indonesia telah mempnyai hubungan dagang dengan India dan Tiongkok baik melalui jalur darat (jalur sutra) maupun jalur laut. Hubungan perdagangan antara indonesia denga negara-negara di Asia ini yang kemudian turut menjadi cikal-bakal persebaran agama Hindu […]

Kabinet Djuanda: Transisi Sistem Pemerintahan Indonesia Periode 1957-1959

Proses Terbentuknya Kabinet Djuanda             Proses terbentuknya Kabinet Djuanda dilatarbelakangi suasana politik saat itu yang dalam kondisi mendesak dan genting. Kondisi bangsa saat itu menuju perpecahan di antaranya akibat polarisasi yang dilakukan partai-partai dan pembagian Jawa-luar Jawa. Struktur ekonomi saat itu banyak dilakukan oleh orang-orang etnis China, sedangkan suku Jawa […]

Kabinet Natsir

A.    Terbentuknya Pemerintah berdasarkan UUDS 1950 Dalam kurun waktu 9 tahun tepatnya pada tahun 1950-1959 setelah negara Indonesia menjadi sebuah negara kesatuan banyak hal yang terjadi di tubuh pemerintahan Indonesia. Pada tahun 1950 UUDS (undang-undang sementara) mulai di berlakukan sebagai pengganti Undang-undang yang sebebulmnya yaitu Undang-undang berdasarkan konstitusi RIS.  Selama […]

Manajemen Pembelajaran

Pengertian Manajemen Pembelajaran Manajemen pembelajaran terdiri dari dua kata, yaitu manajemen dan pembelajaran. Secara bahasa (etimologi) manajemen berasal dari kata kerja “to manage” yang berarti mengatur.[1] Adapun menurut istilah (terminologi) terdapat banyak pendapat mengenai pengertian manajemen salah satunya menurut George R. Terry Manajemen adalah suatu proses khas yang terdiri atas […]

KABINET ALI SASTROAMIDJOJO I

A.    LATAR BELAKANG Indonesia mengalami babak baru dalam sejarah nasional Indonesia. pada tahun 1950 sampai tahun 1959 di Indonesia dikenal dengan demokrasi liberal atau demokrasi parlementer. Dimana para kabinet bertanggungjawab kepada parlemen suatu majelis (Dewan Perwakilan Rakyat). Pada saat itu anggotanya 232. Hal ini merupakan cerminan basis atau kekuatan-kekuatan dari […]

Kabinet Syahrir III (2 Oktober 1946 – 27 Juni 1947)

Latar Belakang Terbentuknya Kabinet Syahrir III Pada pertengahan bulan Agustus 1946, KNIP yang bersidang di Yogyakarta membuat usulan tentang perubahan kabinet Syahrir yang kedua menjadi kabinet koalisi, yang bertanggungjawab pada KNIP. Berhubung keadaan sudah mulai normal kembali, pada tanggal 2 Oktober Maklumat Presiden No.1 1946 dengan harapan kabnet dan badan […]

Kabinet Syahrir II (13 Maret 1946 – 2 Oktober 1946)

Latar Belakang Terbentuknya Kabinet Syahrir II Setelah kabinet Syahrir I runtuh, maka Soekarno meminta pihak oposisi (PP) untuk membentuk kabinet baru. Namun, karena heterogenitas yang tinggi dalam komposisi PP sendiri, maka komitmen diantara mereka hilang, artinya PP terpecah-pecah dengan kepentingan kelompoknya masing-masing. Terutama pasca rontoknya kabinet Syahrir. Tan Malaka kesulitan […]

MASA PEMERINTAHAN KABINET SYAHRIR I (14 November 1945 – 12 Maret 1946)

Kabinet Syahrir I (14 November 1945 – 12 Maret 1946) Latar Belakang Terbentuknya Kabinet Syahrir I Syahrir bercita-cita mewujudkan kemerdekaan R.I yang merupakan jembatan untuk mencapai tujuan sebuah negara yang menjunjung kerakyatan, kemanusiaan, kebebasan dari kemelaratan, menghindari tekanan dan penghisapan, menegakkan keadilan, membebaskan bangsa dari genggaman feodalisme dan menuju pendewasaan […]