Nasionalisme – Pengertian, Ciri dan Sejarahnya

Nasionalisme secara luas dapat diartikan sebagai suatu sikap politik dan sosial dari kelompok-kelompok suatu bangsa yang memiliki kesamaan kebudayaan, bahasa, dan wilayah, serta kesamaan cita-cita dan tujuan. Dalam perkembangannya, dikenal dua pengertian nasionalisme sebagai berikut.

  1. Paham nasionalisme yang didasarkan pada perpaduan politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
  2. Paham nasionalisme yang didasarkan pada faktor kemanusiaan.

Pengertian nasionalisme dalam hubungannya dengan perasaan kebangsaan dijelaskan oleh banyak pakar seperti berikut.

  1. Joseph Ernest Renan mengemukakan bahwa munculnya suatu bangsa karena adanya kehendak untuk bersatu (satu suara persatuan). Menurut Ernest Renan, nasionalisme adalah sekelompok manusia yang berkeinginan untuk hidup bersatu.
  2. Otto Bouwer menyatakan bahwa perasaan kebangsaan timbul karena persamaan perangai dan tingkah laku dalam memperjuangkan persatuan dan nasib bersama.
  3. Hans Kohn menurut Hans Kohn, nasionalisme merupakan suatu paham yang menempatkan kesetiaan tertinggi individu kepada negara dan bangsa. Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya national counciousness atau kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri.
  4. L Stoddard mengemukakan bahwa nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu dan mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa. Oleh karena itu, nasionalisme merupakan suatu paham kebangsaan yaitu mencintai bangsa dan negaranya. Prinsip nasionalisme adalah kebersamaan.

Setelah Perang Dunia I, nasionalisme merupakan upaya menentukan nasib sendiri dari suatu bangsa sebagai akibat dari meningkatnya paham fasisme dan sosialisme. Nasionalisme ditandai dengan munculnya revolusi kemerdekaan dalam bentuk perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme di Amerika Latin, Asia, dan Afrika. Kemampuan dalam memahami nasionalisme dapat terlihat dari simbol-simbol nasionalisme seperti lagu kebangsaan dan bendera. Di Indonesia nasionalisme dapat dirasakan pengaruhnya pada waktu perang kemerdekaan.

Nasionalisme di Indonesia tumbuh pertama kali di kalangan kaum terpelajar. Berikut latar belakang kesadaran akan nasionalisme Indonesia.

  1. Kalangan terpelajar dari berbagai daerah menyadari persamaan nasib sebagai jajahan Belanda.
  2. Persamaan nasib tersebut kemudian memunculkan tekad untuk merdeka sebagai suatu bangsa.

Dalam memperjuangkan kemerdekaan, bangsa Indonesia menghadapi beberapa kendala. Hal tersebut disebabkan oleh faktor berikut.

  1. Politik kolonialisme Belanda sudah tertanam lama di tengah kehidupan masyarakat Indonesia.
  2. Tidak semua rakyat Indonesia mau merdeka, terutama yang merasakan keuntungan dari pe-merintah kolonial.
  3. Sebagian besar masyarakat Indonesia belum menyadari kedudukannya sebagai suatu bangsa (masih terikat daerah masing-masing).

Untuk mengatasi kendala tersebut, mereka mempelajari berbagai buku mengenai demokrasi dan nasionalisme disertai dengan tetap menumbuhkan kesadaran kebangsaan pada rakyat Indonesia. Selain hal tersebut, mereka juga mengamati gerakan nasionalisme yang tumbuh di Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika. Melalui kegiatan belajar dan mengamati tersebut, kalangan ter-pelajar memutuskan membentuk organisasi kebangsaan yaitu organisasi yang melepaskan diri dari sifat kedaerahan.

2

Leave a Comment