Kepemimpinan Karakter Pancasila

Pengertian
Sebelum
membahas tentang arti kepemimpinan karakter pancasila, ada baiknya kita bahas
tentang pengertian kepemimpinan. Berikut adalah pengertian kepemimpinan menurut
para ahli
Berikut
ini beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai definisi
kepemimpinan
:

1. George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17)

Kepemimpinan
adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang
lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang
diinginkan

2. Ordway Tead (1929)
Kepemimpinan
sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak
lain menyelesaikan tugasnya

3. Rauch & Behling (1984)
Kepemimpinan
adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi
ke arah pencapaian tujuan.

4. Katz & Kahn (1978)
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh
sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap
pengarahan-pengarahan rutin organisasi.

5. Hemhill & Coon (1995)
Kepemimpinan adalah perilaku dari
seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu
tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal).
Dari pendapat – pendapat diatas dapat
kita simpulkan bahwa pengertian kepemimpinan adalah
proses
memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam
upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari
kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan
pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang
ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
 Konsep Kepemimpinan Pancasila
Pada dasarnya kepemimpinan di Indonesia adalah kepemimpinan
yang berlandaskan nilai-nilai pancasila (Kepemimpinan Pancasila).
Kepemimpinan
pancasila mengisyaratkan bahwa seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang
mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kepemimpinanya, baik itu nilai
keTuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai
keadilan. Secara lebih terperinci akan dijelaskan sebagai berikut:
Kepemimpinan Thesis adalah kepemimpinan yang religius dan
melaksanakan hal-hal yang harus diperbuat yang diperintahkan Tuhannya, dan
menjauhkan diri dari setiap larangan Tuhan dan agamanya. Kepemimipinan ini
didasarkan pada sila pertama yaitu ke-Tuhanan Yang Maha Esa.  Kepemimpinan
tipe thesis ini biasanya dimainkan oleh tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh religius
dan pemimpin yang taat pada aturan agamanya. Ajaran-ajaran agama menjadi tolak
ukur setiap tindakan yang diambil oleh pemimpin yang seperti ini. Konsep
kepemimpinan thesis ini sangat susah diterapkan karena merupakan konsep ideal
suatu kepemimpinan, dan merupakan das sein namun das sollennya tidak semua
pemimpin mampu mewujudkannya. Kepemimpinan tipe ini sangat dipengaruhi oleh
ajaran agama yang dianutnya, misalnya islam dengan gaya nabi panutannya yaitu
Nabi Muhammad, kemudian Kristen dengan tokoh panutannya yaitu Jesust Crist,
serta  Hindu dan Budha dengan Dewa yang mereka yakini sebagai tokoh
panutan dalam bertindak.
1.      Kepemimpinan yang humanis
Kepemimpinan model ini berdasarkan sila ke-2 pancasila kita
yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Maka setiap tindakan kepemimpinan
harus berdasarkan perikemanusiaan, perikeadaban dan perikeadilan.
Perikemanusiaan diartikan sebagai suatu tindakan yang didasarkan nilai-niali
kemanusiaan yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Perikeadaban dimaksudkan
sebagai nilai-nilai manusia yang beradab, yang memiliki etika sosial yang kuat
dan menjunjung tinggi kebersamaan yang harmonis. Kemudian perikeadilan dianggap
sebagai prilaku pemimpin yang adil kepada setiap orang yang dipimpinnya, adil
bukan berarti sama rata, namun adil sesuai dengan hak dan kewajibannya atau
sesuai dengan porsinya. Praktek kepemimpinan model ini juga tidak gampang,
perlu pembelajaran dan penghayatan yang mendalam dan harus tertanam dalam sikap
dan tingkah laku sehari-hari para pemimpin model ini.
2.      Kepemimpinan yang unitaris atau
nasionalis
Kepemimpinan yang mengacu pada sila ke-3 ini yaitu persatuan
indonesia tidak boleh melepaskan diri dari nasionalisme yang sehat.
Nasionalisme diartikan sebagai kesetiaan tertinggi dari setiap inividu
ditujukan kepada kepribadian bangsa.
3.      Kepemimpinan demokratik
Kepemimpinan administratif yang mengacu pada sila ke-4 yaitu
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan atau dengan kata lain adalah kepemimpinan demokratis pancasila.
4.       Kepemimpinan social justice
Kepemimpinan yang didasarkan pada sila ke-5 yaitu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Kepemimpinan berkeadilan itulah konsep
dasar teori ini, adil dalam hal ini bukan sama rata dan sama rasa, namu lebih
pada adil yang sesuai dengan hak dan kewajibannya, harus proporsional, oleh
karena itu untuk menerapkan kepemimpinan ini perlu strategi yang tepat untuk mengasah
kemampuan membuat suatu kebijaksanaan yang benar-benar bijaksana. Pemimpin yang
menganut paham ini harus pandai membaca situasi, harus pandai mencari kearifan
dan menemukan hal-hal yang tidak pernah dikemukakan orang lain yang benar-benar
sesuai dengan kondisi masyarakat.
Sumber Kepemimpinan Pancasila 
Ada tiga sumber pokok Kepemimpinan
Pancasila, yaitu:
1.     
Pancasila, UUD 1945, dan
GBHN
2.      Nilai-nilai
kepemimpinan universal
3.      Nilai-nilai
spiritual nenek moyang.  Hal-hal yang dapat dianggap sebagai sumber kepemimpinan
Pancasila antara lain berupa :
a.
Nilai-nilai positif dari modernism
b.
Intisari dari warisan pusaka berupa nilai-nilai dan norma-norma kepemimpinan
yang ditulis oleh para nenek moyang.
c.
Refleksi dan kontemplasi mengenai hakikat hidup dan tujuan hidup bangsa pada
era pembangunan dan zaman modern, sekaligus juga refleksi mengenai pribadi
selaku ”manusia utuh” yang mandiri dan bertanggung jawab dengan misi hidupnya
masing-masing.
Landasan
Kepemimpinan Pancasila
Selanjutnya, pada tingkat, jenjang
serta di bidang apa pun, pemimpin harus mempunyai landasan pokok berupa
nilai-nilai moral kepemimpinan, seperti yang telah diwariskan oleh nenek moyang
bangsa Indonesia. Keempat macam landasan pokok kepemimpinan itu ialah :
1. Landasan diplomasi (bersumber
pada ajaran almarhum Dr. R. Sosrokartono ):
a) Sugih tanpa banda (kaya tanpa
harta benda)
b) Nglurung tanpa bala (melurug
tanpa balatentara)
c) Menang tanpa ngasorake (menang
tanpa mengalahkan)
d) Weweh tanpa kelangan (memberi
tanpa merasa kehilangan)
2. Landasan Kepemimpinan
a) Sifat ratu/raja: bijaksana,
adil, ambeg paramarta, konsekuen dalam janjinya.
b) Sifat pandita: membelakangi
kemewahan dunia, tidak punya interest-interest, dapat melihat jauh
kedepan/waskita
c) Sifat petani: jujur, sederhana,
tekun, ulet, blaka
d) Sifat guru : memberikan teladan
baik.
3. Landasan Pengabdian (Sri
Mangkunegara 1)
a) Ruwangsa handarbeni (merasa ikut
memiliki negara)
b) Wajib melu angrungkebi (wajib
ikut bela negara)

c) Mulat Sarira hangrasa
wani (mawas diri untuk bersikap berani)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *