Lingkungan Geografi Mempengaruhi Aktivitas Manusia

Kata
geografi berasal dari bahasa yunani yaitu geo
yang berarti bumi serta grafi (graphien) yang berarti pencitraan atau
gambaran atau pelukisan. Secara etimologis, geografi adalah ilmu pengetahuan
yang mencitrakan atau menggambarkan keadaan bumi (Sutrijat, 1999:1). Dengan
demikian geografi dapat dimaknai lebih luas sebagai ilmu yang mengkaji hal –
hal yang berkaitan dengan bumi seperti relief, tempat, iklim, laut, dan
sebagainya.
Sedangkan
lingkungan geografi sendiri terbagi menjadi dua yaitu lingkungan hayati dan non
hayati, keduanya dapat mempengaruhi kehidupan manusia baik secara psikis maupun
fisik.  Apabila kita mempertanyakan apa
hubungan lingkungan geografi dengan aktivitas manusia kita bisa lihat bagan
berikut.
 

Lingkungan
geografi mempengaruhi aktifitas manusia
Dari
bagan diatas kita bisa lihat bahwa lingkungan geografi mempunyai dampak bagi
manusia diantaranya
·        
Perubahan
Fisik, Sikap
Aktivitas manusia terhadap
lingkungan bisa berdampak pada perubahan fisik serta sikap atau kejiwaan
manusiaberdasarkan pengaruh dari lingkungan tempat yang ia tinggali, baik
lingkungan social, lingkungan binaan, ataupun lingkungan alam.

Secara fisik masyarakat yang hidup di daerah pantai dapat dibedakan dengan masyarakat
yang hidup sebagai petani. Baik nelayan maupun petani selalu mencari
penghasilan dengan berpanas diri di tengah teriknya matahari, namun kulit hitam
di antara mereka tidak sama. Contoh lain misalnya berupa perbedaan perilaku
antara masyarakat di daerah yang berudara panas dengan di daerah yang berhawa
dingin. Masyarakat daerah dingin seperti Wonosobo, pada siang hari sangat akrab
dengan jenis pakaian berupa jaket maupun sarung, apalagi di malam hari. Tetapi
sebaliknya bagi masyarakat daerah pantai misalnya pantura, yang udaranya panas
akan berperilaku sebaliknya. Seringkali kita melihat masyarakat pantai tidak
berbaju di malam hari, terlebih siang hari,
Perbedaan fisik dan perilaku akan
semakin menarik dikaji apabila melihat lingkup daerah dan factor – factor
geografis yang lebih luas seperti iklim misalnya. Masyarakat yang hidup di
Gurun Sahara (afrika) yang tropis tentu akan sangat berbeda dengan kehidupan
masyarakat Eskimo di Kutub Utara. Perbedaan ini dapat dilihat baik secara fisik
maupun berbagai perilaku kehidupannya. Bentuk atap rumah masyarakat tropis Arab
Saudi, berbeda dengan masyarakat tropis Indonesia hanya karena perbedaan
iklimnya. Masyarakat Arab Saudi yang beriklim tropis gurun udaranya sangat
kering, panas di siang hari dan dingin di malam hari. Hujan jarang turun
menyebabkan rumah – rumah disana beratap datar dengan lubang – lubang ventilasi
yang terbatas. Sebaliknya atap rumah orang Indonesia berbentuk miring karena
curah hujan yang cukup tinggi.
·        
Perubahan
Lingkungan
Didalam bumi kita terdapat
lingkungan hayati (biotik) maupun non
hayati (abiotik). Lingkungan hayati
berupa makhluk hidup, selain manusia juga terdapat hewan (fauna) dan tumbuhan (flora).seangkan
lingkungan non hayati berupa benda mati yang ada di sekitar kita baik yang
besar maupun yang kecil seperti udara, batuan, air, benda – benda langit dan
sebagainya. Bumi secara alami mengalami perubahan yang sangat lambat atau
bahkan tidak berubah sama sekali, berbeda dengan pertumbuhan manusia yang
begitu cepat.
Pertumbuhan manusia yang cepat
mendorong manusia memanfaatkan alam secara berlebihan baik sebagai pemukiman
maupaun usaha mencukupi kebutuhan hidup lainnya.  Aktifitas – aktifitas
manusia telah mengubah lingkungan 
global, dan perubahan – perubahan lingkungan global ini memiliki bentuk
yang bermacam – macam. Perubahan global yang tidak terhitung banyaknya akibat
aktifitas manusia antara lain  efek rumah
kaca serta dampaknya terhadap pertanian serta kenaikan permukaan air lut didaerah
pantai, pengurangan ozon di stratosfir, penebangan hutan di daerah tropis dan
dampaknya terhadap spesies – spesies yang hidup disana, serta endapan asam yang
semuanya itu meningkatkan iklim global.
Perkembangan industry  telah berdampak bagi lingkungan global di
masa depan, terutama  jika Negara –
Negara yang sedang berkembang mengadopsi teknologi terdahulu yang menghasilkan
lebih banyak polusi dan mengkonsumsi lebih banyak energy dari pada teknologi
modern. Jelasnya pertumbuhan ekonomi dibutuhkan untuk menghilangkan lingkaran
kemiskinan dan tingginya angka kelahiran yang dengan sendirinya menyebabkan
kerusakan lingkungan yang serius terhadap tanah, air, hutan – hutan, dan
kehidupan satwa di banyak Negara yang sedang berkembang.
Akibat  aktifitas manusia tersebut hanya dalam
hitungan abad permukaan bumi telah berubah di banyak tempat, sehingga bentuk
aslinya sangat sukar di bayangkan, apalagi untuk diperbaiki. Perubahan –
perubahan ini akibat dari bertambahnya jumlah manusia, peningkatan
kesejahteraan dan teknologi. Hal ini di lihat dari banyaknya hutan yang dirusak
akibat penebangan dan juga adanya kebakaran hutan yang akhir – akhir ini sudah
tidak terkendali.
Dapat dibenarkan bahwa Negara –
Negara berkembang dan Negara – Negara industry adalah sumber utama dari bahan
pencemaran atmosfer serta perubahan cuaca dan iklim. Negara – Negara berkembang
umumnya berpenduduk padat, sedang melaksanakan pembangunan yang selanjutnya
menggunakan energy yang semakin meningkat. Suatu hal yang pasti dinegara –
Negara tersebut  adalah pembukaan hutan
penambahan  luas pertanian, pemukiman,
jalan, kawasan industry, dan lain sebagainya.
Selama tiga abad lalu, dengan
meningkatnya penggunaan tanah untuk pertanian serta dengan meningkatnya ekonomi
global, manusia cenderung untuk meningkatkan kegunaan tanah untuk memenuhi
kebutuhannya. Kerugian pembabatan hutan karena ulah manusia sejak penebangan
pohon oleh manusia 15 sampai 20 persen dari keseluruhan daerah hutan di dunia
atau sekitar 8 juta km persegi.
Beberapa perubahan secara drastic
telah mengubah permukaan bumi, serta juga mengubah keseimbangan energy,
perputaran hidrolis, pembentukan gas – gas ke atmosfer serta vegetasi.
Konskuensi
global akibat perkembangan industry yang dilakukan sekarang ini tidak hanya
dapat diabaikan, contohnya pencemaran saluran air, rusaknya lapisan tanah dan
hutan – hutan, lubang yang muncul setiap tahun di lapisan ozon menandakan
penurunan yang disebabkan oleh manusia terhadap gas yang bersifat protektif
ini. Kesadaran manusia terhadap terganggunya keseimbangan alam telah muncul seiring
akibat yang ditimbulkan oleh perbuatannya. Adanya pemanasan global akibatnya
semakin sedikitnya hutan disadari betul akibatnya oleh manusia . punahnya
spesies hewan atau tumbuhan tertentu merupakan kerugian juga bagi manusia. Oleh
karena itu manusia berusaha untuk melakukan usaha konservasi dan perbaikan
lingkungan dengan berbagai cara, antara lain :
1.     
Pembangunan
Ramah Lingkungan
Adanya
usaha pembangunan ramah lingkungan. Usaha ini dikaitkan dengan adanya AMDAL maupun
IMB bagi pihak yang akan merubah fungsi – fungsi lingkaran, misalnya membangun
pabrik, pelabuhan, jalan, jembatan termasuk membangun rumah, dan sebagainya.
2.     
Cagar
alam, hutan lindung, suaka margasatwa dan sebagainya.
Untuk
melindungi hewan maupun tumbuhan diadakanlah cagar alam, hutan lindung, dan
suaka marga satwa. Cagar alam berfungsi untuk melindungi spesies tumbuhan
tertentu. Hutan lindung berfungsi untuk melindungi hewan maupun tumbuhan
sedangkan suaka margasatwa berfungsi untuk melindungi spesies hewan tertentu.
Selain itu juga diusahakan untuk mengadakan penangkaran terhadap hewan – hewan
tertentu yang terancam kepunahannya. Sedangkan tumbuhan yang terancam kepunahan
dikembangbiakkan oleh berbagai ahli botani. Untuk melindungi penyakit yang
menyebar khususnya hewan diadakanlah balai karantina di pelabuhan – pelabuhan,
bandara maupaun di kebon binatang, dan sebagainya. Berbagai usaha ini
menunjukkan makin serius dalam melindungi hewan maupaun tumbuhan langka.
3.     
Reboisasi
Reboisasi (penanaman kembali
hutan yang gundul) merupakan usaha manusia untuk menjaga keseimbangan alam.
Hutan yang telah gundul, akibat penebangan (penebangan liar = illegal logging) ditanami kembali dengan
bibit baru, baik berupa tanaman buah maupaun kayu. Seiring dengan reboisasi
digalakkan oleh tebang pilih, artinya penebangan hutan dipilih pohon – pohon
yang sudah berusia tua, sedangkan yang masih muda tetap dibiarkan hidup. Pohon
tua yang sudah ditebang diganti dengan pohon baru. Dengan demikian maka
kesinambungan hutan akan terus terjaga apabila manusia konsisten menerapkannya
dari waktu ke waktu.
4.     
Pembuatan
Taman
Taman
dapat berfungsi sebagai penghijauan, penyegar dan keindahan kota, tempat hidup
hewan – hewan, tertentu, tempat rekreasi, dan sebagainya. Taman dapat dibangun
dalam lingkup yang sempit maupun luas.
5.     
Iptek
Ramah Lingkungan
Ilmu
pengetahuan dan teknologi, selain merugikan lingkungan tetapi juga
menguntungkan lingkungan. Untuk mengatasi atau mengimbangi perkembangan
teknologi yang merugikan, dibuatlah teknologi yang ramah lingkungan. Beberapa
contoh antara lain :
Ø 
Mesin
pengelola limbah
Ø 
Mesin
pengelola sampah menjadi pupuk
Ø 
Biosolar/biofuel
Ø 
Mesin
deteksi tsunami
Ø 
Seismograf
Ø 
Mesin
deteksi tsunami
Ø 
Teknologi
hujan buatan
Ø 
Teknologi
transplantasi trumbu karang
Ø 
Hutan
pencakar langit
Ø 
Teknik
penangkar hewan langka
Ø 
Teknik
kultur jaringan dalam pengembiakan tumbuhan
Ø 
Inseminasi
hewan.
Ø 
Alat
pemantau curah hujan, dan sebagainya

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *