Rahmad Ardiansyah Guru Sejarah di SMAN 13 Semarang sekaligus penghobi blog

Asal – Usul Desa Pamotan

Desa Pamotan merupakan sebuah desa kecil di Kebupaten Rembang. Desa Pamotan dinilai sebagai wilayah yang strategis karena menjadi penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pamotan berada di dataran rendah dikelilingi beberapa gunung dan menjadi salah satu sumber mata air di Kabupaten Rembang. Inilah keunikan tersendiri dari desa Pamotan di banding desa lain di Rembang.

Belum diketahui kapan pertama kali nama Pamotan di sematkan pada daerah ini. Menurut cerita dari orang – orang dari desa tersebut, nama Pamotan diambil dari sebuah nama yaitu “Mbah Pamot”, orang yang dianggap pertama kali menghuni desa Pamotan. 

Menurut cerita, dahulu Desa Pamotan merupakan wilayah dari Kerajaan Majapahit. Simbah Pamot merupakan orang yang diberikan mandat menjaga daerah Pamotan. Di sisi lain di Kecamatan Lasem juga terdapat wilayah bawahan Majapahit yaitu Kerajaan Lasem dengan raja Bhre Lasem.

Konon Simbah Pamot adalah seorang yang sakti mandraguna karena hal kesaktiannyalah ia ditunjuk untuk menjaga pos dari Majapahit di Pamotan. Cerita berawal pada suatu ketika di daerah Pamotan terjadi kekeringan yang berkepanjangan, banyak pohon – pohon yang layu bahkan mati karenanya. Keadaan tersebut membuat Simbah Pamot harus turun tangan. Ia bertapa mencari petunjuk dari sang hyang widhi di tempat yang kini dinamakan Sumberan. Ia mendapat wangsit bahwa ia harus mencabut sebuah pohon jati yang ada di daerah Sumberan. Dengan kesaktiannya Simbah Pamot mencabut pohon jati seorang diri. Setelah tercabut pohon jati tersebut selanjutnya keluarlah sumber air dari dalam tanah. 

Kini daerah yang menjadi tempat pohon jati yang tercabut diberi nama Sumberan. Sedangkan dukuh lain tepatnya di sebelah dukuh Sumberan juga ada sebuah mata air diberi nama Modal. Modal sendiri berasal dari kata “mudal – mudal” yang dalam bahasa Jawa berarti air yang keluar terus menerus. Kini air yang keluar dari sumber air di Modal mengairi 3 kecamatan di Rembang sebelum bermuara ke laut. Setelah adanya sumber air tersebut daerah Pamotan mulai ramai oleh para pendatang. Atas jasanya nama Simbah Pamot kemudian diabadikan menjadi sebuah tempat bernama Desa Pamotan.

Nilai artikel ini

Rata - rata 0 / 5. Total voting 0

Jadilah orang pertama yang memvoting

Rahmad Ardiansyah Guru Sejarah di SMAN 13 Semarang sekaligus penghobi blog

Sejarah Pelabuhan Semarang pada masa kolonial Belanda sampai masa…

Kota semarang disamping salah satu kota yang unik dan indah, juga disebut sebagai kota pelabuhan penting dipantai utara pulau jawa. Secara geografis Lokasi semarang...
Rahmad Ardiansyah
9 min read

Perwujudan Budaya Indis dalam Arsitektur Kota Semarang

Perkembangan Arsitektur Indis di Semarang Percampuran budaya Eropa (Belanda) dengan budaya lokal yang meliputi seluruh aspek tujuh unsur universal budaya, menimbulkan budaya baru yang...
Rahmad Ardiansyah
26 min read

Pentingnya Pengajaran Sejarah Lokal dan Bagaimana Cara Mengajarkannya

Sejarah lokal merupakan sejarah yang membahas sejarah suatu tempat atau peristiwa di suatu tempat. Kemudian, mengapa kita perlu mengajarkan sejarah lokal? Kita perlu mengajarkan...
Rahmad Ardiansyah
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *