Sejarah Revolusi Rusia (1917) – Latar Belakang dan Kronologi

1. Revolusi Rusia (1917)

Revolusi Rusia tahun 1917 muncul pada waktu terjadinya Perang Dunia I, pada waktu Rusia mengalami kekalahan dalam Perang Dunia I tersebut. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan munculnya Revolusi Rusia tahun 1917.

a. Pemerintahan Tsar Nicholas II yang reaksioner.
b. Susunan pemerintahan tsar yang buruk.
c. Perbedaan sosial yang mencolok.
d. Persoalan tanah.
e. Munculnya aliran-aliran.
f. Kekalahan perang pasukan Rusia di daerah Tannenberg dan Danau Misuri membuat rakyat kecewa dan kepercayaan pada tsar hilang. Rakyat jemu melihat perang dan meng-inginkan perdamaian.
g. Bahaya kelaparan mengancam.

Revolusi Rusia tahun 1917 dapat dibagi menjadi dua Ease yaitu sebagai berikut.

a. Revolusi Februari 1917

Terjadinya Revolusi Februari 1917 dimulai dari Petrograd (Leningrad sekarang). Masyarakat Rusia yang dikoordinasikan oleh golongan liberal, sosialis, dan komunis menuntut bahan makanan dan diikuti dengan pemogokan di perusahaan-perusahaan. Tentara yang diperintahkan untuk menembak para demonstran dan para pemogok berbalik menembak para komandannya. Akhirnya, Revolusi Rusia meletus dan Tsar Nicholas II ditahan serta dipaksa untuk turun takhta.

Dalam perkembangannya kelompok revolusi membentuk pemerintahan sementara (dipimpin kaum liberal) atas negara Rusia. Namun, ternyata kaum liberal tidak melakukan peruhahan seperti yang dituntut rakyat. Selanjutnya kaum sosialis (dipimpin Alexander Kerensky) menggulingkan pemerintahan yang dipegang oleh kaum liberal. Dalam perkembangan selanjutnya, rakyat tidak percaya lagi terhadap golongan sosialis. Dengan kondisi tersebut tampil kaum komunis yang menjanjikan rakyat kehidupan yang damai, tersedia bahan makanan, dan pembagian tanah.

b. Revolusi Oktober 1917 (Revolusi Komunis)

Lenin (pemimpin gerakan komunis di Rusia) pada bulan April 1917 kembali ke Rusia dari perjalanannya di Jerman, Prancis. Inggris, Austria, dan Swiss. Leon Trotsky alias Brontein (pemimpin gerakan komunis di Rusia) pada tahun 1917 juga kembali ke Rusia dari Amerika Serikat. Dengan kembalinya tokoh-tokoh tersebut kaum komunis giat mengadakan berbagai bentuk persiapan untuk melaksanakan revolusi komunis. Mereka membentuk pemerintahan sendiri, tentara sendiri (tentara merah), dan mereka menyebarkan propaganda anti pemerintahan yang borjuis.

Pada waktu pemerintahan dari kaum sosialis kehilangan kepercayaan terhadap rakyat, kaum komunis mendekati rakyat dengan memberikan harapan-harapan. meng-anjurkan pada petani untuk membagi-bagi tanah, dan pada buruh untuk menyita pabrik-pabrik. Dalam keadaan seperti itu, maka terjadilah revolusi.

Revolusi terjadi di Petrograd. Tentara-tentara dan Angkatan Laut memihak Lenin. Pemerintahan sosialis di bawah Kerensky pada tanggal 25 Oktober 1917 berhasil digulindkan oleh kaum komunis yang dipimpin oleh Lenin. Selanjutnya pemerintahan Rusia dipegang oleh Lenin, serta langsung mengadakan perubahan. Perubahan tersebut sebagai berikut.

1) Pemerintah membagi bahan makanan kepada rakyat.
2) Buruh menyita pabrik-pabrik.
3) Tanah dibagi-bagikan kepada para petani.
4) Semua utang piutang dari pemerintahan tsar dihapuskan dan bank menjadi monopoli negara.
5) Diselenggarakan perundingan damai dengan Jarman, yaitu perjanjian perdamaian di Brest Litowsk (1918).

Revolusi Rusia bulan Oktober 1917 ini berhasil dengan baik, tetapi kaum pendukung tsar tetap melakukan intervensi (1918) untuk mengembalikan kedudukan tsar sebagai raja Rusia. Kaum pendukung tsar tersebut menyebut dirinya Rusia Putih, sedangkan kaum komunis menyebut dirinya Rusia Merah. Kaum Rusia Putih mengadakan perlawanan terhadap pemerintahan yang dipegang oleh kaum komunis. Pemimpin perlawanan kaum Rusia Putih adalah Jenderal Denikin (Anton Ivanovich Denikin) dan Wrangel (Pyotr Nikolayevich Wrangel).

Kaum Rusia Putih mendapat bantuan dad Sekutu (negara-negara Eropa Barat) yang tidak menginginkan bc..,ernbangnya komunisme di Rusia. Namun, ternyata kaum Rusia Putih bersama sekutunya tersebut gagal menghadapi dan menyingkirkan kaum komunis dari pemerintahan Rusia. Revolusi Oktober 1917 membawa dampak sebagai berikut.

1) Meluasnya komunisme ke seluruh dunia dengan Rusia sebagai pemimpinnya.
2) Modernisasi Rusia mengembangkan Rusia terutama dalam bidang industri dan per-tanian.
3) Munculnya demokrasi Soviet yaitu demokrasi yang berlandaskan komunisme.
4) Penghapusan sistem pemerintahan tsar di Rusia.

2. Pengaruh Revolusi Rusia bagi Indonesia

Salah satu dampak Revolusi Rusia adalah meluasnya komunisme ke seluruh dunia. Komunisme masuk pertama kali ke Indonesia dibawa oleh seorang Belanda yaitu H.J.F.M. Sneevliet (merupakan anggota Social Dernocratische Arbeider Partij/SDAP atau Facial Buruh Sosial Demokrat). H.J.F.M. Sneevliet pada tahun 1913 datang ke Semarang. Setahun kemudian (9 Mei 1914) H.J.F.M. Sneevliet bersama rekannya mendirikan lndische Sociaal Dernocratische Vereeniging (ISDV). Dalam menyebarkan ajarannya, ISDV melakukan infiltrasi ke Sarekat Islam. Hal tersebut dilakukan untuk mencari dukungan.

Dalam tubuh SI sejak tahun 1917 terjadi perselisihan dan tahun 1920 SI pecah menjadi dua, yaitu SI Putih (SI murni) dan pengikut SI yang terpengaruh ISDV (SI Merah). Pada tahun 1917 dalam ISDV terjadi perpecahan. Terjadinya perpecahan tersebut dikarenakan pergerakan ISDV terlalu radikal. Anggota ISDV yang beraliran moderat membentuk lndische Sociaal Democratische Partij (ISDP). Pada tanggal 23 Mei 1920 ISDV yang radikal mengubah nama ISDV menjadi Perserikatan Komunis Hindia (PKH). Perubahan tersebut mengikuti perubahan nama Partai Demokrat Rusia menjadi Partai Komunis. Dalam perkembangannya, Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia.

0

Leave a Comment