Pengembangan Tujuan Kurikulum

Berdasarkan
kajian tujuan, dpat dikelompokkan tujuan ke dalam tiga macam, yaitu :

  • Tujuan jangka panjang
    (long term objectives – aims)

  • Tujuan antara –
    perantara (intermediate objective – goals)

  • Tujuan segera
    (immediate objective – specific objectives)

Tujuan umum
pendidikan nasional jelas hanya dapat dicapai setelah melalui proses pendidikan
jangka panjang, sesuai dengan jenjang pendidikan yang diikuti. Sebagai
perantaranya adalah tujuan sekolah dan kurikulum sekolah yang bersangkutan.
Untuk mencapai tujuan kurikulum sekolah itu dilaksanakan proses belajar
mengajar, yang juga mempunyai tujuan. Tujuan ini dapat segera dicapai setelah
selesai proses belajar mengajar.
Penggologan
tujuan sebagaimana dikemukakan itu, tidak dimaksudkan untuk membuat pembedaan.
Ini dilakukan untuk memudahkan kajian, sehingga dapat dihasilkan suatu
pmbahasan yang lebih terurai. Sebab pada hakikatnya suatu jenis tujuan yang
lebih sempit atau lebih khusus merupakan penjabaran dan langkah untuk mencapai
tujuan yang lebih umum di atasnya. Jadi, apa yang akan dicapai dari proses
pendidikan adalah tujuan umum, melalui tujuan khusus.
Tujuan
Pendidikan Nasional
Bila dikaji
lebih jauh makna dari tujuan pendidikan nasional masih bersifat umum. Keumuman
itu sendiri seringkali membawa kekaburan dalam pelaksanaan. Mengenai tujuan
pendidikan nasional, jelaslah bahwa sumber dan acuannya adalah pancasila.
Sebagaimana diketahui bahwa rumusan resmi Pancasila adalah :

  1. Keutuhan Yang Maha Esa 
  2. Kemanusiaan yang adil
    dan beradab
     
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yag dipimpin
    dalam hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
     
  5. Keadilan sosial bagi
    seluruh rakyat Indonesia

Untuk
menghindari berbagai dampak negatif  berbagai dampak negatif dari munculnya aneka
ragam tafsiran Pancasila, digunakan tafsiran resmi sebagaimana ditetapkan oleh
MPR nomor II/MPR/1978 dalam Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).
Dengan adanya P4 sebagai tafsiran resmi Pancasila yang dijadikan acuan terjabar
dari landasan pendidikan Pancasila, masalah kita mengenai tujuan pendidikan
nasional belum selesai sampai disitu.
Tujuan Sekolah
dan Tujuan Kurikulum
Tujuan mempunyai
hubungan, juga menjadi acuan dalam mengembangkan komponen – komponenkurikulum
lain. Bila suatu rumusan tujuan itu masih menggambarkan sesuatu yang bersifat
umum, sulit untuk dijadikan acuan pengembangan komponen  kurikulum lainnya. Tujuan kurikulum atau
tujuan bidang studi menggambarkan bentuk pengetahuan, ketrampilan dan sikap
berhubungan dengan bidang – bidang studi dalam kurikulum sekolah. Setiap bidang
studi mempunyai tujuan masing – masing yang berbeda dengan bidang studi lain.
Tujuan ini menjadi acuan dari bentuk – bentuk pengalaman belajar yang dicapai
siswa setelah mempelajari bidang studi tersebut pada jenjang pendidikan
tertentu. Oleh karena itu tujuan semacam ini dapat memberikan tuntutan kepada
pelaksanaan kurikulum sekolah tentang bahan apa yang dapat dikembangkan dan
disajikan.
Tujuan
Pengajaran Umum dan Khusus
Rumusan tujuan
harus menggambarkan bentuk hasil belajar yang ingin dicapai siswa melalui
proses pengajaran yang dilaksaakan. Hasil belajar yang diiginkan dari siswa
berupa munculnya perubahan perilaku. Benjamin S Bloom, dan kawan – kawan (1956)
membuat klasifikasi bentuk prilaku hasil belajar ke dalam tiga macam. Bloom,
dkk menamakan cara mengklasifikasi itu dengan 
“The taxonomy of educational objectives”. Taksonomi tujuan pendidikan
terdiri dari tiga domein (daerah) yaitu :

  • Domein kognitif
    pengetahuan

  • Domein afektif sikap

  • Domein psikomotor
    ketrampilan

Domein kognitif
berkenaan dengan prilaku yang berhubungan dengan berfikir, mengetahui dan
pemecahan masalah. Domein ini mempunyai enam tingkatan. Tingkatan yang paling
rendah menunjukkan kemampuan yang sederhana, sedangkan yang paing  tinggi menunjukkan kemampuan yang kompleks – rumit.
Urutan kemampuan
itu mulai dari yang terendah adalah
·        
Pengetahuan
·        
Pemahaman
·        
Penerapan
·        
Analisis
·        
Sintesis
·        
Evaluasi
Domein afektif
berkaitan dengan sikap, nilai – nilai, interes, apresiasi (penghargaan) dan
penyesuaian. Tingkatan afeksi ada lima, dari yang sederhana ke yang kompleks.
Urutan tingkatan itu dari yang paling sederhana adalah

  1. Kemauan menerima 
  2. Kemauan menanggapi 
  3. Berkeyakinan 
  4. Penerapan karya 
  5. Ketekunan dan
    ketelitian

Domein
psikomotor mencakup tujuan berkaitan dengan ketrampilan (skill) yang bersifat
manual atau motorik. Sebagaimana kedua domein yang lain, domein ini juga
mempunyai berbagai tingkatan. Urutan tingkatan dari yang paling sederhana
(terendah) sampai ke yang paling kompleks (tertinggi) adalah sebagai berikut :

  1. Persepsi 
  2. Kesiapan melakukan
    suatu kegiatan
  3. Mekanisme 
  4. Respons terbimbing 
  5. Kemahiran 
  6. Adaptasi 
  7. Organisasi

Sumber – Sumber
Perumusan Tujuan
Ralph W.Tyler
(1970) mengemukakan saran – saran dalam penggunaan sumber perumusan tujuan
kurikulum, yaitu :

  1. Kebutuhan siswa baik
    yang besifat individu maupun sosial
     
  2. Tuntutan kehidupan yang
    bersifat kontemporer
     
  3. Saran berbagai ahli
    dari berbagai cabang ilmu pengetahuan

Sedangkan
menurut Smithville sendiri sumber tujuan kurikulum diantaranya :

  1. Kesehatan 
  2. Hubungan sosial
    termasuk di dalam keluarga, dengan teman dan kenalan
     
  3. Hubungan sosio-civics,
    termasuk di lingkungan sekolah dan masyarakat
     
  4. Konsumsi
  5. Jabatan atau pekerjaan 
  6. Rekreasi

Pengembangan dan
Perumusan Tujuan Kurikulum
Tujuan dapat
diperoleh dari hasil studi tentang siswa itu sendiri, tuntutan kehidupan dan
atau saran dari ara ahli bidang studi. Untuk dapat mengembangkan tujuan
sehingga menghasilkan rumusan yang baik, perancang atau pengembang kurikulum
harus menggunakan landasan filosofis, psikologis dan sosiologis sebagaimana
telah diuraikan pada bab pertama.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *