Rahmad Ardiansyah Guru Sejarah di SMAN 13 Semarang sekaligus penghobi blog

Arca Lingga Yoni Dalam Agama Hindu

Pengertian Lingga Yoni

Lingga dan yoni adalah perlambang alat kelamin laki – laki dan perempuan. Dalam kamus Jawa menjelaskan bahwa “Linga tanda, ciri, isyarat, sifat khas, bukti keterangan, petunjuk; Lingga, lambang kemaluan lelaki (terutama Lingga Siwa dibentuk tiang batu), patung dewa, titik tugu pemujaan, titik pusat, pusat poros, sumbu”. “Yoni rahim, tempat lahir, asal Brahmana, Daitya, dewa, garbha, padma, naga, raksasa, sarwa, sarwa batha, sudra, siwa, widyadhara dan ayonia.”

Dengan adanya lingga yoni disuatu tempat menandakan bahwa tempat tersebut adalah daerah yang subur. Lingga yoni paling sering ditemukan berada di dekat candi. Lingga berbentuk batu tegak seperti kemaluan laki – laki dengan bentuk bujur sangkar pada bagian paling bawah, segi delapan pada bagian tengah dan bulat di bagian teratas. Lingga berasal dari kata sansekerta yang berarti tanda, ciri, isyarat, bukti dan keterangan.

Sedangkan yoni berbedenah bujur sangkar dan biasanya terdapat tonjolan di salah satu sisinya. Di tengah yoni biasanya terdapat lubang untuk menanamkan lingga. Permukaan yoni tidak rata dengan bagian tepi lebih tinggi yang berfungsi agar air tidak keluar apabila di siram dari lingga dan hanya akan keluar melalui cerat. Yoni pada era Kerajaan Majapahit memiliki perbedaan daripada zaman sebelumnya. Perbedaan tersebut terletak pada tubuh yoni yang terdapat hiasan serta naga seperti yang ada pada Yoni Klinterejo.

Yoni Klinterejo

Fungsi Lingga Yoni

  • Mengukuhkan takhta seorang yang berjaya di suatu tempat
  • Memperingati suatu peristiwa penting
  • Yoni yang berpasangan dengan lingga berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan lingga

Lingga Yoni dalam agama Hindu

Dalam agama Hindu, lingga dan yoni adalah perlambang kesuburan seperti yang terlihat pada peradaban lembah indus. Lingga dianggap sebagai perwujudan Dewa Siwa sebagai phallus. Sedangkan yoni sendiri berarti unsur wanita. Pendirian lingga erat kaitannya dengan penaklukan suatu kerajaan. Lingga yoni dalam agama Hindu digunakan untuk mendapatkan minuman berenergi dewa dengan menuangkan lima jenis (panca gawya) yaitu air bunga, susu, madu, ghee (mentega dari susu), serta susu asam (yogurt).

Campuran tersebut kemudian dituangkan dari atas lingga sambil mengucap puja mantra kepada dewa Siwa dan campuran cairan tersebut mengalir hingga ke ujung moncong yoni dan barulah boleh untuk diminum. Upacara semacam ini disebut abhiseka, dan sudah tidak pernah kita lihat di nusantara namun masih tetap berlangsung di India.

Bentuk Tri Lingga Purusha dan Yoni

Lingga memiliki penggambaran alat kelamin laki – laki yang merupakan simbol Trimurti (Brahma, Wisnu, Siwa). Ujung lingga berbentuk bulat (Shiva bhaga), pada pertengahan lingga berbentuk segi delapan atau padma (Whisnu bhaga), dan paling bawah berbentuk persegi empat (Brahma bhaga). Sedangkan bagia yoni merupakan perlambang dari prakhti atau pradhana (wadag/alam material).

Ada juga yoni yang terdapat makhluk seperti naga, macan dan lain – lain sebagai penyangga. Naga dalam ajaran agama Hindu diibaratkan sama dengan ular terkhusus kobra seperti Ananta Sesa yang dilambangkan sebagai tempat berbaringnya Dewa Wisnu dan Vasuki / Basuki yang membantu pengeboran samudera amerta bersama Kurma Awatara.

Nilai artikel ini

Rata - rata 3 / 5. Total voting 1

Jadilah orang pertama yang memvoting

Rahmad Ardiansyah Guru Sejarah di SMAN 13 Semarang sekaligus penghobi blog

Punden Berundak

Punden berundak adalah salah satu hasil kebudayaan pada masa batu besar atau megalithikum. Punden berundak berupa bangunan bertingkat yang tersusun atas batu – batuan...
Rahmad Ardiansyah
45 sec read

Candi Morangan

Rahmad Ardiansyah
42 sec read

Candi Gambar Wetan

Rahmad Ardiansyah
40 sec read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *