Rahmad Ardiansyah Guru Sejarah di SMAN 13 Semarang sekaligus penghobi blog

AFTA (ASEAN Free Trade Area)

Guna mengembangkan perekonomian di negara – negara ASEAN maka dibentuklah kerjasama dalam bidang ekonomi. Kerjasama ekonomi ini mencakup sektor perindustrian, perdagangan serta pembentukan ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN. Beberapa kerjasama ekonomi diantaranya :

  • Melalui AFTA diberlakukan tarif efektif bersama antara 5-10% atas dasar produk, baik produk ekspor maupun impor. Tujuan dibentuknya AFTA yaitu untuk menghilangkan hambatan perdagangan diantara negara – negara anggota. 
  • Perdagangan Bebas dengan Mitra Wicara (Free Trade Agreement/FTA)
  • Kerjasama dalam bidang industri dan jasa berupa sektor transportasi dan telekomunikasi, pariwisata, dan keuangan. 

Sejarah AFTA

Pada tahun 1992, dibentuklah AFTA dalam Pertemuan  Kepala Negara ASEAN (ASEAN Summit) ke 4 di Singapura. Dalam pertemuan ini menghasilkan pembentukan perdagangan bebas selama jangka waktu 15 tahun. ASEAN Free Trade Area merupakan wujud dari kesepakatan negara Рnegara ASEAN dalam rangka membentuk kawasan perdagangan bebas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing ekonomi ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai pusat produksi dunia serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya. Untuk itu, AFTA berencana menghapuskan tarif bea masuk yaitu 0-5% dan hambatan Рhambatan non tarif pada negara Рnegara anggota.

Sepuluh negara di ASEAN (termasuk Indonesia) secara resmi menyatakan diri sebagai anggota AFTA. Anggota baru seperti Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja, diberi tambahan waktu hingga 2015 untuk memenuhi kewajiban penurunan tarif AFTA. Keempat negara tersebut masih diperkenankan menggunakan tarif produk lebih dari 0-5%. Hal tersebut mengikuti apa yang dimaksud Common Effective Preferential Tarif Scheme (CEPT), yaitu program tarif dan penghapusan hambatan non-tarif secara bertahap yang disepakati bersama oleh negara – negara ASEAN. Mulai tahun 2015, AFTA diberlakukan secara penuh.

Hal ini membuat Indonesia harus bekerjasama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat bersaing dengan negara – negara ASEAN.

Nilai artikel ini

Rata - rata 0 / 5. Total voting 0

Jadilah orang pertama yang memvoting

Rahmad Ardiansyah Guru Sejarah di SMAN 13 Semarang sekaligus penghobi blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *