Pengertian Menhir dan Fungsinya di Zaman Megalithikum

Pengertian Menhir 
Menhir merupakan batu tunggal yang berukuran sangat besar dan diatur sedemikian rupa sehingga berbentuk menyerupai tugu dan diletakkan secara berdiri tegak di atas permukaan tanah. Secara umum, kata menhir berasal dari bahasa Keltik, Men berarti batu dan Hir yang berarti tegak. Menhir selalu berdiri secara tunggal maupun kolompok, tetapi dalam beberapa adat istiadat juga selalu diletakkan secara terlentang di atas permukaan tanah dan bersama dengan megalit, dolmen dan juga salkofagus yang dikenal sejak tahun 6000 SM (Sebelum Masehi).

Lokasi penemuan menhir juga tersebar di seluruh penjuru dunia, yakni Afrika Barat, Eropa, Timur Tengah, Korea, India dan Nusantara. Di Indonesia sendiri, penemuan menhir berada di kawasan Playen, Gunung Kidul menyerupai menhir arca dan juga berlokasi di daerah Ciaruteun, Bogor, Jawa Barat. Menhir yang berada di dua tempat tersebut memiliki posisi berbeda yaitu berbaring dan juga berdiri tegak dengan bentuk dan ukuran berbeda yang menjadi khas peninggalan nenek moyang di masa lampau.

Fungsi Menhir
Fungsi menhir adalah media pemujaan untuk arwah nenek moyang serta tempat memperingati seseorang atau kepala suku yang sudah meninggal dunia. Menhir juga memiliki fungsi yang berkaitan erat dengan hal-hal berbau mistis, salah satunya adalah tempat menyimpan kedatangan roh dari seseorang atau nenek moyang dari suku tertentu.

Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki menhir di kawasan tertentu dan tersebar di seluruh nusantara. Sebab, bukan hanya kawasan Gunung Kidul dan Bogor saja yang memilikinya melainkan juga terletak di Pasemah (Sumatera Selatan), Pugungharjo (Lampung), Kosala dan Lebak Sibedug, Leles, Karang Muara, Cisolok (Jawa Barat), Pekauman Bondowoso (Jawa Timur), Trunyan dan Sembiran (Bali), Belu (Timor), Bada-Besoha, dan Toraja (Sulawesi). Penyelidikan menhir di Pasemah dilakukan oleh Dr. Van der Hoop dan Van Heine Geldern. Selain itu, bangunan menhir yang diciptakan pada masa prasejarah tidak mengikuti satu bentuk semata lantaran menhir pembangunannya lebih diutamakan untuk menghormati roh-roh nenek moyang yang telah meninggal dunia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *