Pendidikan Peradaban Kuno

·        
India Kuno
India merupakan bangsa yang
menganut agama Hindu, sehingga ada sistem stratifikasi yang disebut kasta.
Kasta dalam agama Hindu ada 4 yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra.
Pada
masa India kuno
kelompok yang
berperan sebagai
penyelenggara pendidikan adalah Kasta
Brahmana. Karena kasta Brahmana
merupakan
kasta tertinggi yang
terdiri dari kaum pendeta. Kemudian kasta ksatria terdiri
dari kaum bangsawan, prajurit,
dan
mereka menerima pengajaran dalam membaca, menulis, berhitung dan ilmu siasat
perang. Kasta Waisya terdiri dari para tukang, pedagang,
petani, dan lain sebagainya.
Kasta waisya mendapat pengajaran dalam bidang pertanian. Kasta paling rendah
yaitu kasta sudra dianggap sebagai manusia yang hina, hanya dapat melakukan
pekerjaan budak dan tidak berhak mendapatkan pendidikan.
Ciri-ciri
pendidikan di India Kuno :
1.     
Agama adalah aspek yang
diutamakan pada pendidikan di India Kuno.
Dasar pendidikannya adalah kitab
suci orang India yaitu veda
2.     
Pendidikan
diselenggarakan oleh
kaum yang berada
di kasta tertinggi, yaitu Brahmana
.
3.     
Tujuan
pendidikan di India
 untuk mencapai kebahagiaan serta kesempurnaan
mistik dengan ilmu pengetahuan sebagai alatnya
4.     
Kaum perempuan
India tidak diperhatikan mengenai aspek pendidikannya, kecuali calon penari
kuil
.
Pada sistem pendidikan di
India murid – murid nelajar dan tinggal langsung dirumah gurunya. Para murid
tersebut hidup sederhana dan harus bekerja keras untuk menghidupi keluarga
gurunya. Sist
em pendidikan tersebut dinamakan
sistem guru-kula atau pendidikan asrama. Di sana guru dan pasangannya dianggap
sebagai orang tua murid yang tinggal disana.
Sistem guru kula ini berlangsung sampai
pada masa India modern. Pada masa India modern mereka juga memperoleh sistem
pendidikan yang lain (klasikal) karena I
ndia
modern sudah memperoleh pengaruh dari Rabindranath Tagore. Ia adalah seorang
tokoh pendidikan di India yang terkenal. Selain Tagore tokoh lain yang besar
pengaruhnya terhadap pendidikan agama islam di India adalah Sayyid Ahmad Khan.
·       
Tokoh Pendidikan India Kuno
1.     
RABINDRANATH TAGORE (1861-1941)
Tagore
lahir di Calcutta pada tanggal 7 Mei 1861 , sebuah kota yang kosmopolitis
(warga dunia) . Ia keturunan keluarga brahmana yang sangat kaya, Tagore di
kirim untuk belajar di Inggris  pada
tahun
1877
untuk belajar ilmu kehakiman. Tahun 1886 Tagore menikah dan gemar menjalani
kehidupan secara pendeta. Pada tahun 1900 mendirikan shanti Niketan (pantai
perdamaian). Tahun 1913 ia mulai mengadakan perjalanan mengelilingi dunia.
Tagore adalah seorang pembaharu sosial, pendidik, pujangga, ahli music dan ahli
filsafat yang berusaha memperjuangkan kemajuan bangsanya dan memperjuangkan
tercapainya perdamaian dunia.
Sebagian
karir Tagore :
·        
Hasil karyanya di
bidang kesusasteraan yang terkenal adalah Gitanjali (1913) dan merebut hadiah
nobel bagi kesusateraan.
·        
Tahun 1915 mendapat
gelar Doktor honoris causa dalam bidang kesusasteraan dari universitas Calcutta
dan tahun 1941 dari universitas Oxfrod.
Cita – cita hidup Tagore adalah:
1.     
Pembaharuan kebudayaan
India lama dengan menggabungkan antara idealisme Timur dan idealisme Barat.
Tapi tetap dengan pedoman bahwa India harus tetap memiliki sifat – sifatnya
yang asli.
2.     
Persaudaraan sedunia
tanpa mengenal perbedaan kasta, kulit, bangsa, dan agama.
3.     
Pembaharuan di lapangan sosial,
memajukan rakyat dengan pendidikan rakyat, sehingga setiap desa menjadi suatu
Sriniketan (panti kemakmuran)
      
·        
Dalam bidang pendidikan dan
pengajaran:
a.      
 Murid belajar dengan melakukan (mencoba
sendiri), dengan kegiatan music dan tari, dengan hidup dan bekerja di alam
bebas..
b.     
Agama menjadi dasar
sistem pendidikan asrama (sistem guru kula).
c.      
Kehidupan di sekolah
harus otonom, yang berhak dan memerintah sendiri (self government).
2.       SAYYID AHMAD KHAN
Sayyid
Ahmad Khan lahir di Delhi pada tahun 1817 . Ayahnya seorang bangsawan pejabat
pemerintah di istana sultan mogul, ia juga mendapat pendidikan dan pengajaran
termasuk membaca Al-Qur’an di rumahnya sendiri. Ia adalah tokoh pendidikan yang
besar di India, pendiri Universitas Islam di India (Aligarch College,1875).
Pada tahun 1889 mendapat gelar doktor honoris causa dalam ilmu hukum dari
Universitas Edenburgh, dan meninggal dunia pada tahun 1899.
Cita
– citanya adalah mewujudkan masyarakat islam yang modern dengan mengambil Turki
sebagai contoh. Semboyannya adalah ”tolonglah dirimu sendiri, hanya dengan
demikian engkau dapat maju.”
Beberapa
usahanya di bidang pendidikan antar lain:
1.       Mendidirikan
Alifarch College ( universitas islam ), yang bertujuan untuk menciptakan
pemimpin – pemimpin dan sarjana – sarjana    muslim
yang sanggup mewujudkan masyarakat islam yang modern. Universitas di bagi
menjadi 2 bagian, yaitu : bagian Inggris dan Timur. Seluruh mahasiswa diwajibkan
mempelajari agama islam. Orang Hindu dan Kristen juga diterima menjadi
mahasiswa.
2.       Pada
tahun 1875 mendirikan Mohammadan Educational Conference, konferensi ini
diadakan setiap tahun sekali.
3.       Tahun
1888 mendirikan organisasi patriotic Association, yang bertujuan mengimbangi
usaha – usaha kongres India yang makin mengutamakan kepentingan – kepentingan
golongan Hindu saja.
·        
Mesir Kuno
Mesir Kuno
adalah suatu
peradaban kuno di bagian timur laut Afrika.
Peradaban ini terpusat di sepanjang hilir
sungai Nil. Peradaban ini dimulai dengan unifikasi Mesir Hulu dan Hilir
sekitar
3150 SM.
Sejarahnya mengalir melalui periode kerajaan-kerajaan yang stabil,
masing-masing diantarai oleh periode ketidakstabilan yang dikenal sebagai
Periode Menengah. Mesir Kuno mencapai puncak kejayaannya pada masa
Kerajaan
Baru
. Selanjutnya, peradaban ini mulai mengalami
kemunduran. Mesir ditaklukan oleh kekuatan-kekuatan asing pada periode akhir.
Kekuasaan firaun secara resmi dianggap berakhir pada sekitar
31 SM,
ketika
Kekaisaran Romawi menaklukkan dan menjadikan wilayah Mesir Ptolemeus sebagai bagian dari provinsi Romawi.
Peradaban
pendidikan di Mesir Kuno maju terbukti dengan adanya :
·        
Irigasi teratur terhadap Lembah Nil
·        
Pendayagunaan
mineral dari lembah dan wilayah gurun di sekitarnya
  • Perkembangan sistem tulisan
    seperti
    dengan huruf heiroglyph
    (tulisan suci)
    terdiri dari sekitar 500
    simbol.
  • Berkembangnya Kesastraan Mesir Kuno seperti Kisah
    Sinuhe
    yang ditulis dalam bahasa Mesir Pertengahan
    juga dapat dikategorikan sebagai literatur Mesir klasik.
    [99]
    Contoh lainnya adalah
    Instruksi Amenemope
    yang dianggap sebagai mahakarya dalam dunia literatur timur tengah.
  • Karya arsitektur bangsa Mesir
    Kuno yang paling terkenal antara lain:
    Piramida
    Giza
    dan kuil di Thebes.
    Proyek pembangunan dikelola dan didanai oleh pemerintah untuk tujuan
    religius, sebagai bentuk peringatan, maupun untuk menunjukkan kekuasaan
    firaun.
Tujuan pendidikan agar manusia berbuat susila sesuai dengan ajaran
agama. Materi pelajaran yang diberikan ialah membaca, menulis, berhitung,
bahasa dan ilmu mengukur tanah serta astronomi. Meski telah memiliki pusat
pusat
pendidikan yakni di kuil-kuil (piramide) yang di dalamnya terdapat perpustakaan
dan asrama bagi para guru dan murid-muridnya.
·        
Cina Kuno
Pendidikan
Tiongkok Kuno
Sikap orang Tiongkok yang
mementingkan pendidikan di dalam kehidupannya telah melahirkan sebuah filosofis
orang Tiongkok mengenai pendidikan dan pendidikan ini telah lama menjaga
kekuasaan Tiongkok berapa lama, sampai pada masuknya bangsa asing ke Tiongkok
yang akan merubah wajah sistem pendidikan kuno di Tiongkok. Permulaan
pendidikan Tiongkok kuno mencapai puncak dimulai pada Dinasti Han, dimana
ajaran Kung fu Tse kembali lagi diangkat dan diterapkan dalam kehidupan
masyarakat Tiongkok,
Masyarakat Tiongkok yang menganggap
pendidikan sejalan dengan filsafat, bahkan menjadi alat bagi filsafat, yang
mengutamakan etika. Anggapan ini membuat pendidikan di Tiongkok mengiringi
kembalinya popularitas aliran filsafat Kung Fu Tse di dalam masyarakat
Tiongkok.
Dalam membicarakan mengenai falsafah
pendidikan Tiongkok, tidak dapat dijauhkan dari pembicaraan mengenai ajaran
Confusianisme. Seperti yang diutarakan di atas, bahwa ajaran confusianisme
memberikan dasar-dasar dan sumbangan-sumbangan dalam sistem pendidikan
Tiongkok, khususnya pada masa Dinasti Han ini. Dalam ajaran confusianisme,
pendidikan adalah mesin yang mengemudi dunia kebenaran menuntut pendidikan
dikejar secara terus menerus sampai kematian.
Pernyataan-pernyataan yang dinilai
mementingkan pendidikan tersebut dan diperkuat dengan ajaran kong hu cu yang
dianggap sebagai agama bagi masyarakat Tiongkok, dimana masyarakat Tiongkok
sangat kuat dalam memeluk ajaran tersebut, sehingga membuat pendidikan memiliki
sisi yang penting dalam kehidupan masyarakat Tiongkok. anggapan pentingnya
pendidikan tersebut meberikan dampak yang sangat berpengaruh dalam sistem
masyarakat Tiongkok, sehingga segala aspek yang berhubungan dengan pendidikan
mendapatkan tempat-tempat istimewa.
Pada masa Dinasti Han banyak
melahirkan para sarjana-sarjana yang kelak akan memimpin negara dan telah
membuat Dinasti Han sebagai salah satu dinasti yang besar dalam sejarah
Tiongkok. Sistem pendidikan yang dikembangkan oleh bekas pengikut-pengikut Kung
Fu Tse ini telah melahirkan sebuah golongan yang terkenal dalam sejarah
Tiongkok dan menentukan perjalanan kekuasaan Dinasti Han, yaitu Kaum Gentry.
Kaum gentry merupakan suatu
komunitas orang-orang terpelajar yang telah menempuh pendidikan dan sistem
ujian negara. Kaum terpelajar ini ditempa dengan pendidikan yang cukup keras
dan sistem ujian negara yang cukup ketat. Pada masa Dinasti Han kaum gentry
mendapatkan tempat yang terhormat disamping keluarga kerajaan dan para
bangsawan.
Ajaran yang digunakan dalam pendidikan Tiongkok, yaitu:
·        
Konfusius (Kong Hu Cu)
     Konfusius adalah seorang ahli etika (etik:
filsafat/kesusilaan, ilmu kesusilaan, ilmu tentang baik buruk), mengajarkan
hal-hal yang praktis dalam kehidupan sehari-hari. Ajarannya dapat dipahami
semua orang dan tidak sulit. Menurutnya  manusia harus bertindak sesuai
dengan kedudukannya masing-masing. Masing-masing harus mengenal tempat dalam
lingkungannya dan dengan penuh kesadaran menjalankan tugasnya masing-masing
sebaiknya-baiknya (baik sebagai raja, tentara, pegawai, guru, dan sebagainya).
Yang lebih tinggi derajatnya harus memegang teguh Yen (dapat meraba hati orang
yang derajatnya lebih rendah dengan rasa kemanusiaan dan kasih saying).
Rasa hormat dan memuliakan ( Hiao) adalah kebijakan
hidup yang tertinggi nilainya. Hiao juga mengatur hubungan kekeluargaan antara
anak dan orang tua, pegawai dengan raja, seorang sahabat kepada teman, adik
terhadap kakak dan sebagainya. Dengan jalan demikian maka Negara akan aman dan
damai, terhindar dari bencana karena setiap orang memahami tugasnya
masing-masing.
Konfusius juga mengajarkan dalam segala hal manusia
harus berpedoman pada peraturan yang telah disusun oleh nenek moyang.
Leluhurlah yang dijadikan teladan. Tradisi menguasai pandangan hidup mereka.
Itulah sebabnya maka penganut-penganut ajaran konfusius tidak memandang ke
depan akan tetapi menoleh ke belakang ke alam yang telah mampu melahirkan
sejarah mereka.
Konfusius berhasil mengumpulkan beberapa kesustraan
Tiongkok yang disusun menjadi 4 jilid:
1.     
Buku tentang sejarah,
2.     
Buku yang berisi tentang
syair-syair,
3.     
Buku tentang upacara-upacara, yang
merupakan cermin kesusilaan,
4.     
Buku tentang metamorfosa.
·        
Ajaran Lao Tse
Ajaran Lao Tzu, lebih dikenal dengan sebutan Taoisme,
yakni suatu paham spiritual yang lahir di Tiongkok dan telah mengalami berbagai
perkembangan selama ribuan tahun. Taoisme dikembangkan oleh Lao Tzu dengan
kitab utamanya yang disebut Tao Te Ching yakni kitab tentang Jalan Kebenaran.
Kitab ini merupakan suatu buku spiritual singkat yang sangat rumit dan hanya
terdiri dari 5.250 huruf. Penulisan Tao Te Ching sendiri menurut kisahnya
berawal ketika pada usia tuanya Lao Tzu meninggalkan negara Chu dan hendak
hidup bertapa. Dalam perjalanannya, ia dihentikan di pintu gerbang Hsien Ku
oleh seorang penjaga yang bernama Yin Hsi, di perbatasan negara Chin. Yin Hsi
mengenali Lao Tzu sebagai seorang Yang Suci, lalu ia memintanya untuk
menuliskan kebijaksanaannya dalam suatu kitab. Lao Tzu menyanggupi dan selang
tiga hari kemudian, ia berhasil menyelesaikannya.
Sistem
Pendidikan Tiongkok
Kuno
Kebudayaan Tiongkok berkembang sendiri tanpa adanya
pengaruh dari kebudayaan luar. Masuknya unsur-unsur kebudayaan asing tidak
mengurangi keaslian kebudayaan Tiongkok. Dengan begitu pendidikan  dan
pengajaran mempunyai ciri-ciri khas, yang tidak menunjukkan persamaan dengan
ciri-ciri pendidikan di Negara-negara Timur lainnya. Pendidikan anak-anak
merupakan pendidikan bagi keluarga dan bagi Negara. Tujuan pendidikan dan
cita-cita hidup di Tiongkok adalah Lao Tse dan Konfusius.
Ciri-ciri
pendidikan di Tiongkok masa kuno di antaranya adalah:
  • Pendidikan tidak dihubungkan dengan agama, tetapi
    dengan tradisi dan kehidupan praktis.
  • Penyelengaraan pendidikan adalah negara dan
    keluarga.
  • Tujuan pendidikan adalah mendidik orang yang
    berhati mulia dan menghormati sesama.  
Penyelengaraan pendidikan : 
  • Pendidikan di rumah: diselenggarakan sebelum anak
    masuk sekolah mulai umur 6 tahun, mereka menerima pelajaran dari guru yang
    sengaja didatangai di rumah (biasanya untuk kalangan pegawai tinggi dan
    bangsawan). Pelajaran yang diberikan: berhitung permulaan dan ilmu hitung.
  • Pendidkan di sekolah: setelah anak-anakn 10 tahun
    mulai dikirim ke sekolah pelajaran yang diberikan , berhitung, membaca,
    menulis, musik, dan menari. Yang diutamakan adalah pelajaran menulis.
  • Pendidikan untuk pegawai: setiap orang 
    kemungkinan menduduki jabatan tinggi. Untuk menjadi pegawai harus menempuh
    ujian dulu. Para pegawai setiap 3 tahun sekali wajib menempuh ulangan,
    juga untuk kenaikan pangkat ujian ulangan harus ditempuh terlebih dahulu.
Pendidikan saat itu masih
diperuntukkan bagi keluarga bangsawan, karena untuk mendapatkan pendidikan
membutuhkan biaya yang sangat mahal.
Sistem pendidikan saat itu dibagi menjadi tiga
tingkatan, yaitu :
a)     
Infant
School (Shu)
Tingkat pendidikan ini diperuntukkan
bagi mereka yang berusia dibawah 7 tahun dan masih merupakan keluarga
bangsawan.
Dalam tingkatan pendidikan ini anak-anak diajarkan
tentang pengetahuan praktis terutama untuk menjalankan kehidupan mereka
sehari-hari, seperti bagaimana cara makan, berbicara, berhitung dan sebagainya.
b)     
Lower School
(Hsiao Hsueh)
Umumnya peserta didik pada tingkatan
ini adalah anak laki-laki yang berusia antara 8 sampai 15 tahun. Kurikulum yang
terdapat pada tingkatan ini adalah sebagai berikut :
·        
Pendidikan Moral, diajarkan
bagaimana cara berprilaku yang benar sebagai seorang bangsawan. Membersihkan
dan menyapu lantai, bagimana menjawab dan merespon pertanyaan, bagimana menjadi
pendengar yang baik.
·        
 Pendidikan
Intelektual, termasuk didalamnya bagaimana cara membaca, menyanyi, menulis dan
matematika.
·        
Pendidikan Fisik, termasuk
didalamnya menari, bercocok tanam, menunggang kuda, mengendarai kereta kuda,
dan panahan.
c)     
Higher
School (Ta Hsueh)
Peserta didik pada tingkatan ini
umumnya laki-laki yang berusia 16 hingga 24 tahun. Peserta didik pada tingkatan
ini dibagi lagi menjadi dua yaitu anak-anak dari kerajaan disebut P’i Yin dan
anak-anak bangsawan yang berasal dari penguasa-penguasa daerah disebut P’an
Kung. Pada tingkatan ini diajarkan beberapa hal, diantaranya :
·        
Pendidikan Moral, didalamnya
diajarkan bagaimana cara berfikir yang benar dan tulus, tujuannya adalah untuk
pengendalian diri dan menjaga kepribadian bangsawan.
·        
Pendidikan Intelektual, mempelajari
enam disiplin kesenian, serta meningkatkan beberapa hal yang diperlukan dalam
bertingkah laku, pengetahuan dan keterampilan lanjutan terutama untuk menggali
dan memperluas pengetahuan yang telah mereka peroleh.
·        
Pendidikan Fisik, materi yang
diajarkan adalah materi yang diajarkan pada tingkat Hsiao Hsueh hanya
tingkatannya lebih lanjut.
Bagi masyarakat Tiongkok saat itu
kedudukan seorang guru adalah sebagai perwakilan dan utusan Tuhan yang membawa
keinginan Tuhan dan membawa kembali manusia kepangkuan Tuhan. Ada 3 nilai
penting dalam kehidupan masyarakat Tiongkok, yaitu Orang tua yang melahirkan
kita, Guru yang mengajarkan kita dan Raja yang memberi kita makan. Jadi
jelaslah kedudukan guru sangat dihormati dan diagungkan.
Arab Kuno
Pendidkan Islam biasa diartikan
bahwa suatu kajian yang dilakukan secara filosofis dan mendalam mengenai
berbagai persoalan yang terdapat dalam kegiatan pendidikan yang didasarkan atau
bersumber dari Al-Quran sebagi hukum primer, sunnah nabi dan keteranagn para
ahli sebagai sumber hukum Islam sekunder. Sehingga filsafat dalam pengertian
ini berbeda dengan filasafat yang bercorak liberal dan tanpa batas etika karena
selalu saja dibatasi dengan Al-Quran dan Sunnah.
Periodisasi Islam Kuno adalah sebagai berikut:
a)     
Zaman
Pembinaan Awal
>  Zaman Rasul
dan sahabat-sahabat yaitu antara 571 M dan 661 M
>  Zaman
Kerajaan Umaiyah, yaitu antara 661 M sampai 705 M
Ciri-ciri utama pendidikan Islam
pada zaman awalan ini adalah:
·        
Pendidikan Islam murni berdasarkan
Alquran dan Hadis
·        
Bertujuan meneguhkan dasar-dasar
agama baru
·        
Pada prinsipnya berdasar pada
ilmu-ilmu Alquran/naqliyah
·        
Menggunakan bahan tertulis sebagai
alat komunikasi
·        
Membuka peluang untuk mempelajari
bahan asing
·        
Menggunakan Kuttab, mesjid dan
perpustakaan sebagai pusat pendidikan.
b)     
Zaman
Keemasan
>  Di Timur,
bermula dengan berdirinya kerajaan Abbasiyah di Baghdad (750 M-1258 M)
>  Di Barat,
bermula pada tahun 711 M, dan berakhir dengan jatuhnya Granada pada tahun 1492
M. Kerajaan Islam terakhir di Spanyol.
c)     
Zaman
Kemerosotan
Bermula dengan berdirinya kerajaan
Usmaniyah pada tahun 1517 M, sampai tahun 1917 M, yaitu kalahnya Turki pada
perang dunia pertama dan bebasnya negara-negara Arab dari kerajaan Utsmaniyah
dengan kerjasama penjajah penjajah Inggris, Perancis dan Misionary Kristen.
d)    
Zaman Baru
Zaman Baru yaitu semenjak permulaan abad kedua puluh
sampai sekarang.
 Sistem
Pendidikan Islam Kuno
Sejak 
tahun 1953, Islam kuno di Arab Saudi telah  melancarkan usaha 
pendidikan. Pendidikan  dilaksanakan secara cuma-cuma bagi semua penduduk,
seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah. Sistem Pendidikan Islam kuno di Arab
Saudi memisahkan antara anak laki-laki dan anak perempuan sesuai dengan syariat
islam.
Secara umum
sistem pendidikan dibagi 3 bagian utama yaitu :
> Pendidikan umum untuk anak laki-laki
>  Pendidikan umum untuk anak perempuan
> Pendidikan Islam tradisional untuk anak laki-laki
Pendidikan umum
untuk anak laki-laki dan anak perempuan berada dibawah Yurisdiksi Presidensi
Umum untuk Girls Pendidikan. Kedua jenis pendidikan tersebut mengikuti
kurikulum yang sama dan mengambil ujian tahunan yang sama.
Pendidikan
islam tradisional bagi laki-laki difokuskan untuk membentuk calon-calon anggota
dewan ulama. Kurikulum untuk sekolah islam tradisional juga sebagian
menggunakan kurikulum pendidikan umum, tetapi fokusnya pada studi islam dan
bahasa arab. Untuk pendidikan agama, dilakukan dibawah supervisi dari
Universitas Islam Imam Saud (Riyadh) dan Universitas Islam Madinah (Madinah).
Sebagian
besar kurikulum baru dikhususkan untuk agama. Secara khusus, menghafal
Al-Quran, penafsiran dan pemahaman dari Quran (Tafsir) dan penerapan tradisi
Islam untuk kehidupan sehari-hari. Agama adalah juga belajar di tingkat
universitas di samping mata pelajaran lain, dan diwajibkan bagi semua siswa.
Ada juga dua universitas Islam (disebutkan di atas) yang berfokus terutama pada
pelajaran agama.
Pendidikan umum dibagi menjadi 4 bagian yaitu :
1)     
Pra-Pendidikan
Dasar
Pra- Pendidikan Dasar ini sama dengan Pendidikan Taman
Kanak-Kanak dari usia 4 – 5 tahun pendidikan ini ditawarkan secara gratis dan
bersifat sukarela. Program yang akan diberikan pada pendidikan ini adalah
program pedagogis, dan tidak terorganisir untuk mempersiapkan diri masuk
sekolah.
2)     
Pendidikan
Dasar (PRIMARY EDUCATION)
>  Sekolah
Dasar
Pada Pendidikan Dasar anak-anak mulai masuk sekolah
pada usia 6 – 11 Tahun Pendidikan dasar di Arab Saudi berlangsung selama enam
tahun. Anak-anak harus lulus ujian pada akhir kelas 6 dari sekolah dasar dan
memperoleh Sertifikat Pendidikan Dasar Umum, untuk memenuhi persyaratan untuk
sekolah menengah. Kurikulum atau mata pelajaran yang ada di pendidikan dasar
adalah sebagai berikut : Bahasa Arab, Pendidikan seni, Geografi, Sejarah,
Ekonomi rumah (untuk anak perempuan ), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk
anak laki-laki), Studi islam dan Sain. Sertifikat: shahadat Al Madaaris
Al Ibtidaa’iyyah (Umum Elementary School Certificate).
>  Sekolah
Menengah
Pada Pendidikan Menengah anak-anak mulai masuk sekolah
pada usia 12 – 14 tahun. Pendidikan menengah di Arab Saudi berlangsung selama
tiga tahun dan ini adalah tahap akhir dari pendidikan menengah. Kurikulum yang
ada di pendidikan  menengah adalah sebagai berikut: Bahasa
Arab, Pendidikan seni, Geografi,  Sejarah,  Ekonomi 
rumah  (untuk anak perempuan),  Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk
anak laki-laki), Studi Islam dan Sain dan bahasa tambahannya adalah bahasa
Inggris.
Sertifikat: shahadat Al-Kafa’at Al-Mutawassita
(Intermediate School Certificate).
>  Pendidikan
Menengah
Pada Pendidikan Sekunder anak-anak mulai masuk sekolah
pada usia 15 – 17 tahun. Pendidikan Sekunder ini menawarkan 3 program
yaitu  Pendidikan Menengah Umum,Pendidikan Menengah  Agama,
Pendidikan Menengah Teknik.
      
>  Perguruan
Tinggi
Pendidikan ini disediakan oleh 7 universitas, beberapa
perguruan tinggi untuk perempuan. Beroperasi dibawah yurisdiksi Kementerian
Pendidikan Tinggi. Universitas Islam Madinah dikelola oleh Dewan menteri.
Seperti dinyatakan sebelumnya
Perguruan Tinggi di Arab Saudi menawarkan dua jenis pendidikan yaitu Islam
tradisional dan berorientasi Barat. Universitas Islam Madinah dan Imam Muhammad
bin Saud Universitas Islam focus pada hukum Islam, studi Al-Quran, Bahasa Arab
dan ilmu-ilmu social. Akses ke lembaga-lembaga pendidikan tinggi didasarkan
pada hasil Pendidikan Menengah Umum. Masing-masing fakultas dapat
menyelenggarakan ujian masuk sendiri.  Untuk mencapai gelar S.1 memerlukan
waktu 4 tahun kecuali jurusan Farmasi dan kedokteran memerlukan waktu 5 tahun
karena di tambah dengan pelatihan klinis, teknik dan Kedokteran hewan.
Untuk program Pascasarjana
memerlukan waktu 2 tahun, Gelar master diberikan dalam bidang ekonomi, bisnis
dan administrasi public, akuntasi, teknik, seni dan humaniora, ilmu kelautan,
ilmu bumi, meteorology, lingkungan dan lahan kering ilmu pertanian, hukum
islam.
Untuk gelar doktor memerlukan waktu
3 tahun setelah gelar master  calon harus menyerahkan Disertasi
berdasarkan penelitian mandiri. Bidang-bidang yang ditawarkan adalah hukum
Islam, Bahasa arab dan studi Islam , Ilmu-Ilmu sosial, Islam propagasi,
Komunikasi dan Orientalisme.
Sumber 

Djhumur
& Danasuparta.1976. Sejarah
Pendidikan
, Bandung, CV ILMU        
Bandung
Agung,
Leo & T.Suparman.2012. Sejarah
Pendidikan,
Yogyakarta, Penerbit Ombak
http://wikipedia-Mesir
Kuno – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm
http://
blogspot.Pendidikan.Guru-sejarahPendidikanDi-India.htm
http://peradaban
pendidikan di dunia.htm
http://PeradabanMesir-Kuno
_ Pustaka,Sekolah.htm

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *