Rahmad Ardiansyah Guru Sejarah di SMAN 13 Semarang sekaligus penghobi blog

Kabinet Syahrir I (14 November 1945 – 12 Maret 1946)

Kabinet Syahrir I
(14 November 1945 – 12 Maret 1946)

Latar Belakang Terbentuknya Kabinet Syahrir I

Syahrir bercita-cita mewujudkan kemerdekaan R.I yang merupakan jembatan untuk mencapai tujuan sebuah negara yang menjunjung kerakyatan, kemanusiaan, kebebasan dari kemelaratan, menghindari tekanan dan penghisapan, menegakkan keadilan, membebaskan bangsa dari genggaman feodalisme dan menuju pendewasaan bangsa.


Kesempatan untuk mewujudkan cita-cita itu datang dalam persidangan pertama Komite Nasional Indonesia Pusat di Jakarta tanggal 16 Oktober 1945. Ketika itu Syahrir diminta duduk sebagai ketua Badan Pekerja K.N.I.P dimana sebagian besar anggotanya sedang mengusulkan perubahan fungsi K.N.I.P dari hanya sebagai badan pembantu Presiden, menjadi lembaga legislatif. Hal itu didukung Hatta yang menerbitkan Maklumat Wakil Presiden No.X tentang pemberian kekuasaan legislatif kepada K.N.I.P. Bersama Presiden K.N.I.P juga ditetapkan ikut menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara.  

Pada tanggal 3 November 1945 diterbitkan Maklumat Pemerintah lainnya yang isinya antara lain, berdasarkan usul badan pekerja K.N.I.P, bahwa Pemerintah memberi kesempatan pendirian partai-partai politik.  Kemudian, sebagai ketua Badan Pekerja K.N.I.P, Syahrir mengajukan maklumat K.N.I.P no.5 tanggal 11 November 1945 yang isinya pembentukan kabinet dengan susunan menteri yang bekerja kolektif yang dipimpin Perdana Menteri. Perdana Menteri ditunjuk oleh Kepala Negara. Format itu terpaksa disetujui Presiden Soekarno. Proses selanjutnya, pada tanggal 14 November 1945 terbentuk Kabinet R.I kedua yang berbetuk kabinet ministerial dan sekaligus sebagai kabinet pertama dalam sistem parlementer dengan Syahrir sebagai Perdana Menteri.

Susunan Kabinet Syahrir I

Adapun susunan Kabinet Syahrir I adalah sebagai berikut:

No.Bidang
Meteri
Nama
Menteri
1.Menteri Dalam NegeriSutan Syahrir
2.Menteri
Keamanan Rakyat
Amir
Sjarifuddin
3.Menteri
Kehakiman   
Soewandi
4.Menteri
Kemakmur 
Darmawan   Mangoenkoesoemo
5.Menteri
Kesehatan 
Darma
Setiawan
6.Menteri
Keuangan 
Soenarjo
7.Menteri
Luar Negeri  
Sutan
Syahrir
8.Menteri
Muda Keamanan Rakyat
S.
Josodiningrat
9.Menteri
Negara                                  
Rasjidi
10.Menteri
Pekerjaan Umum                  
Putuhena
11.Menteri
Penerangan                           
Amir
Sjarifuddin
12.Menteri
Pengajaran                            
T.S.G.
Mulia
13.Menteri
Perhubungan                                  
Abdulkarim
14.Menteri
Sosial                  
Adji
Darmo Tjokronegoro
15.Wakil
Menteri Dalam Negeri             
Harmani
16.Wakil
Menteri Keamanan Rakyat      
Abdul
Moerad

Program Kerja Kabinet Syahrir I

Pada tanggal 17 November 1945 diumumkan program Kabinet Syahrir pertama, yaitu: 

  1.  Menyempurnakan susunan pemerintahan daerah berdasarkan kedaulatan rakyat.  
  2. Mencapai koordinasi segala tenaga rakyat didalam usaha menegakkan Negara R.I serta pembagunan masyarakat yang berdasarkan keadilan dan perikemanusiaan.  
  3. Berusaha untuk memperbaiki kemakmuran rakyat diantaranya dengan jalan pembagian makanan.  
  4. Berusaha mempercepat keberesan tentang hal Oeang Republik Indonesia (ORI)

Penyebab Runtuh Kabinet Syahrir I

Persatuan Perjuangan dengan cepat menjelma menjadi oposisi yang menyerap banyak kekuatan massa. Program kabinet yang saling berbenturan secara keras, juga karena diisi banyak golongan, membuat Syahrir yang kala itu masih di Jakarta menjadi kalang kabut. Soekarno telah memindahkan ibu kota ke Yogyakarta sejak 4 Januari karena situasi
memasuki tahap ‘awas’ oleh kedatangan tentara Sekutu dan Belanda pun  diberbagai daerah, terutama Jakarta. Tekanan dari dua sisi membuat Syahrir tidak kuat mempertahankan kabinet yang cenderung tidak memiliki mayoritas suara. Selain itu, komposisi kabinetnya pun banyak yang tidak mewakili partai-partai di KNIP, maka Syahrir bisa kapan saja dijatuhkan.

Menyadari terjangan gelombang yang sangat kuat dari oposisi, Syahrir menyerahkan mandatnya sebagai Perdana Menteri kepada Soekarno pada 23 Februari dan secara resmi kabinet Sayap Kiri I bubar pada 28 Februari dalam rapat pleno KNIP di Surakarta. Terhitung dari awal pembentukannya, Syahrir hanya dapat bertahan menjalankan roda
kekuasaan selama 3 bulan 

Nilai artikel ini

Rata - rata 0 / 5. Total voting 0

Jadilah orang pertama yang memvoting

Rahmad Ardiansyah Guru Sejarah di SMAN 13 Semarang sekaligus penghobi blog

Kabinet Djuanda (9 April 1957–10 Juli 1959)

Proses Terbentuknya Kabinet Djuanda            Proses terbentuknya Kabinet Djuanda dilatarbelakangi suasana politik saat itu yang dalam kondisi mendesak dan genting. Kondisi bangsa saat itu menuju...
Rahmad Ardiansyah
5 min read

Kabinet Natsir ( 6 September 1950 – 20 Maret…

A.   Terbentuknya Pemerintah berdasarkan UUDS 1950 Dalam kurun waktu 9 tahun tepatnya pada tahun 1950-1959 setelah negara Indonesia menjadi sebuah negara kesatuan banyak hal...
Rahmad Ardiansyah
6 min read

Kabinet Ali Sastroamidjojo I (31 Juli 1953 – 12…

A.    LATAR BELAKANG Indonesia mengalami babak baru dalam sejarah nasional Indonesia. pada tahun 1950 sampai tahun 1959 di Indonesia dikenal dengan demokrasi liberal atau...
Rahmad Ardiansyah
10 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *