Rahmad Ardiansyah Guru Sejarah di SMAN 13 Semarang sekaligus penghobi blog

Kabinet Syahrir III (2 Oktober 1946 – 27 Juni 1947)

Latar Belakang Terbentuknya Kabinet Syahrir III

Pada pertengahan bulan Agustus 1946, KNIP yang bersidang di Yogyakarta membuat usulan tentang perubahan kabinet Syahrir yang kedua menjadi kabinet koalisi, yang bertanggungjawab pada KNIP. Berhubung keadaan sudah mulai normal kembali, pada tanggal 2 Oktober Maklumat Presiden No.1 1946 dengan harapan kabnet dan badan resmi lainnya dapat bekerja kembali. Untuk menanggapi usul KNIP presiden menunjuk Syahrir untuk ketiga kalinya sebagai formatur kabinet koalisi. Pada tanggal 2 Oktober diumumkan kabinet koalisi baru dibawah perdana mentri Syahrir. 

Susunan Kabinet Syahrir III

Adapun susunan kabinet Syahrir II, adalah sebagai berikut:

No.Bidang
Menteri
Nama Menteri
1.Menteri
Agama                                  
Faturrachman
2.Menteri
Dalam Negeri
Mohammad
Roem
3.Menteri
Ekonomi
A.K. Gani
4.Menteri
Keamanan Rakyat 
              
Amir
Sjarifuddin
5.Menteri
Kehakiman 
Susanto
Tirtoprodjo
6.Menteri Muda Pertahanan Abdurrahman Wahid
7.Menteri KehakimanSuwandi
8.Menteri KesehatanDarma
Setiawan
9.Menteri
Keuangan   
Syafrudin
Prawiranegara
10.Menteri
Komunikasi 
Djuanda
Kartawidjaja
11.Menteri
Luar Negeri 
Sutan Syahrir
12.Menteri
Negara        
Sri Sultan Hamengkubuwono IX
13.Menteri Pekerjaan UmumPutuhena
14.Menteri NegaraWahid
Hasjim
15.Menteri NegaraWikana
16.Menteri NegaraSudarsono
17.Menteri NegaraTan Po
Gwan
18.Menteri Negara Setiabudi (Douwes Dekker)
19.Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan
Suwandi
20.Menteri
Penerangan 
Mohammad
Natsir
21.Menteri
Sosial       
Maria
Ulfah Santoso
22.Wakil
Menteri Dalam Negeri
Wijono
23.Wakil
Menteri Ekonomi 
Wijono
24.Wakil
Menteri Keamanan Rakyat      
Harsono
Tjokroaminoto
25.Wakil
Menteri Kehakiman 
Hadi
Thayeb
26.Wakil
Menteri Kesehatan 
J. Leimena
27.Wakil
Menteri Keuangan
Lukman
Hakim
28.Wakil
Menteri Komunikasi 
Setiadjid
29.Wakil
Menteri Luar Negeri 
Agus Salim
30.Wakil
Menteri Pekerjaan Umum
Laoh
31.Wakil
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Gunarso
32.Wakil
Menteri Penerangan     
A.R.
Baswedan
33.Wakil
Menteri Sosial  
Abdul Madjid Djojohadiningrat

Program Kerja Kabinet Syahrir III

Tanggal 25 Februari 1947 guna meratifikasi persetujuan Linggarjati, melalui penambahan anggota sehingga berjumlah 500 orang lebih. Ahirnya meskipun melalui jalan yang alot dan berbelit-belit akibat ulah Parlemen Belanda, Persetujuan Linggarjati ditanda tangani juga pada tanggal 25 Maret 1947.  

Penyebab Runtuh Kabinet Syahrir III

Tanggal 8 Juni Syahrir menyetujui adanya pemerintah sementara yang dimakudkan Belanda dan dua belas hari kemudian menerima staf khusus wakil Belanda. Keputusan Sjahrir ini dilakukan setelah berunding dengan A.K. Gani (PNI), Natsir (Masyumi) dan Abdulmadjid (PS). Ketiganya anggota kabinet.    Abdulmajid lalu dikirim ke Yogyakarta untuk menjelaskan konsesi Syahrir. Apa yang dilakukan Abdulmajid ternyata tidak sesuai yang diprediksi. Amir yang juga datang ke Yogyakarta, bersama Abdulmajid menemui sejumlah tokoh Sayap Kiri yang anti terhadap konsesi Sjahrir, dua diantaranya adalah Tan Ling Djie dan Wikana. Abdulmajid dan Amir malah menusuk Sjahrir dari belakang. Syahrir yang gusar memutuskan untuk menjelaskan sendiri keputusannya terkait penerimaan permintaan Belanda pada 26 Juni di Yogyakarta. Melihat tangan-tangan kanannya sudah bergerak tidak sesuai kemauan, Sjahrir memutuskan untuk menaruh jabatannya pada 27 Juni 1947. Kabinet yang digalang Syahrir kembali runtuh.

Nilai artikel ini

Rata - rata 0 / 5. Total voting 0

Jadilah orang pertama yang memvoting

Rahmad Ardiansyah Guru Sejarah di SMAN 13 Semarang sekaligus penghobi blog

Kabinet Djuanda (9 April 1957–10 Juli 1959)

Proses Terbentuknya Kabinet Djuanda            Proses terbentuknya Kabinet Djuanda dilatarbelakangi suasana politik saat itu yang dalam kondisi mendesak dan genting. Kondisi bangsa saat itu menuju...
Rahmad Ardiansyah
5 min read

Kabinet Natsir ( 6 September 1950 – 20 Maret…

A.   Terbentuknya Pemerintah berdasarkan UUDS 1950 Dalam kurun waktu 9 tahun tepatnya pada tahun 1950-1959 setelah negara Indonesia menjadi sebuah negara kesatuan banyak hal...
Rahmad Ardiansyah
6 min read

Kabinet Ali Sastroamidjojo I (31 Juli 1953 – 12…

A.    LATAR BELAKANG Indonesia mengalami babak baru dalam sejarah nasional Indonesia. pada tahun 1950 sampai tahun 1959 di Indonesia dikenal dengan demokrasi liberal atau...
Rahmad Ardiansyah
10 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *